SUMBERASIH, Radar Bromo–Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang di Probolinggo kembali memakan korban. Selasa (30/7) sore dua pelajar tertabrak KA Sri Tanjung. Satu meninggal, satu luka-luka.
Korban meninggal diketahui bernama Imelda, 17 asal Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Sementara satu korban luka bernama Widya, 17 asal Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih.
Kedua pelajar putri itu merupakan teman dekat. Menurut keterangan sejumlah saksi, sore itu keduanya hendak melakukan transaksi COD (cash on delivery) di Desa Pesisir, Sumberasih.
Kedua pelajar putri itu boncengan naik motor Honda Beat. Saat sampai di perlintasan tanpa palang Sumberasih, kejadian nahas itu terjadi.
Menurut warga sekitar, Wulan, 24, kedua pelajar itu menggunakan motor Honda Beat warna putih-biru.
Mereka sebelumnya menyeberang dari arah selatan ke utara. Namun, saat sampai di perlintasan tanpa palang, mereka diduga tak memperhatikan kondisi sekitar.
Pada saat bersamaan melaju KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan-Ketapang. KA itu melaju dari arah barat ke timur.
Lantaran jarak cukup dekat, tabrakan pun tak bisa dihindari. Kedua pelajar itu tertabrak KA.
“Kalau kejadian pastinya tidak ada yang tahu. Soalnya orang-orang sini sedang membantu tetangga yang ada hajatan. Tahu-tahunya mendengar suara tabrakan dan orang-orang udah ngumpul semua,” katanya.
Akibat tabrakan itu, motor yang dikendarai korban hancur dan terseret jatuh ke sungai. Di tepi jalan.
Sedangkan korban Widya terpental ke arah timur sejauh sekitar lima meter.
Sementara Imelda, terseret sekitar 30 meter ke arah timur dan jatuh ke sungai.
Awalnya, warga tak mengetahui keberadaan Imelda. Namun, saat dilakukan evakuasi, didapati tubuh Imelda ada di tumpukan kangkung tepi sungai.
Kedua korban pun langsung dievakuasi ke RSUD dr Moh Saleh. Jenazah Imelda dibawa ke kamar jenazah.
Sementara Widya masih harus mendapatkan perawatan intensif di IGD RSUD dr Moh Saleh. Ia mengalami sejumlah luka serius. (mg2/mie)
Editor : Muhammad Fahmi