PROBOLINGGO, Radar Bromo-Sebagian besar wilayah Jawa Timur kini memasuki musim kemarau.
Di peralihan musim hujan ke kemarau, Probolinggo kerap terjadi angin kencang yang disebut angin Gending yang puncaknya diprediksi terjadi bulan depan
Angin Gending merupakan angin tipe fohn yang memiliki sifat panas serta kering. Angin ini dominan berembus dari selatan hingga timur di wilayah Probolinggo.
“Biasanya berdurasi mulai bulan Juli hingga September. Sementara puncaknya di bulan Agustus,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo.
Angin Gending memiliki kecepatan rata-rata 17-31 Km perjam pada masa awal. Namun semakin kencang saat masa puncak di bulan Agustus, bahkan bisa mencapai 35 Km perjam.
Sifat panas serta kering dari angin Gending tersebut biasanya berdampak pada pertanian maupun kesehatan bagi masyarakat.
Bagi pertanian ada beberapa tanaman yang tidak cocok dengan angin tersebut, sehingga berdampak negatif.
“Namun ada juga yang malah terbantu dengan adanya angin tersebut sehingga berdampak positif. Selain itu hembusan kencang dari angin Gending kadang dapat menyebabkan seseorang jadi mudah demam ataupun flu,” kata Gito panggilannya.
BPBD Kota Probolinggo mengimbau masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri terhadap perubahan suhu di siang maupun malam hari serta mengantisipasi pergerakan angin yang cukup kencang.
Ia berpesan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan jangan membakar sampah.
“Hindari berteduh di bawah pohon dan tiang listrik ataupun papan reklame. Tetap jaga kesehatan badan dan perbanyak minum air putih,” katanya.
Terpisah, Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Suciati Ningsih mengatakan bahwa meningkatnya intensitas angin membuat pihaknya melakukan antisipasi terjadinya pohon tumbang.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalisir kerugian materi yang bisa timbul akibat pohon tumbang.
“Kami telah mengidentifikasi pohon-pohon yang dinilai cukup membahayakan, terutama yang terlalu tinggi dan berda di dekat jalan raya, fasilitas umum, dan pemukiman penduduk. Pohon-pohon tersebut lantas kami pangkas dengan tetap memperhatikan kondisi akarnya,” katanya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid