SUKAPURA, Radar Bromo-Tiga turis mancanegara asal Belanda bikin geger di Bromo. Mereka pose pamer bokong di kawasan Bromo, Kamis (30/5). Aksi itu pun viral di media sosial
Kapolsek Sukapura AKP Jamhari mengatakan, pihaknya langsung memanggil ketiga turis itu. Termasuk sopir jip berinisial R yang memotret aksi itu.
“Mereka kami mintai klarifikasi atas kejadian tersebut. Ketiganya sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu," kata Kapolsek Sukapura, Kamis (30/5).
Kapolsek Sukapura juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Awalnya, rombongan turis mancanegara sebanyak 16 orang berangkat dari malang untuk tur wisata di Jatim pada Rabu (29/5).
Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 , sebanyak 6 orang memasuki pintu Cemoro Lawang mengunakan jip Nopol B 2266 IM Warna Putih dan jip nopol D 1028 VCI warna merah.
Mereka mengambil rute tour Bromo Penanjakan 1 wilayah Pasuruan, Lembah Widodaren wilayah Pasuruan, dan Kawah Gunung Bromo.
Dari Penanjakan sekitar jam 08.30, rombongan meminta untuk spot foto di Lembah Widodaren.
Kemudian tiga orang asal Belanda naik ke jip warna merah dan memamerkan bokongnya. Ketiganya meminta seorang rekannya sesama turis untuk memotret aksi itu.
"Aksi WNA tersebut ternyata difoto juga oleh R, sopir jip. Dia lantas diam-diam menyebar foto itu ke WhatsApp grup jip miliknya hingga akhirnya viral di jejaring sosial," tutur Kapolsek Sukapura.
Diketahui, tiga turis asal Belanda melakukan aksi tidak terpuji. Mereka berpose dengan latar belakang Gunung Bromo dengan memamerkan bokong dari atas jip saat berkunjung ke kawasan lautan pasir Bromo, Kamis (30/5).
Dengan cepat, aksi tidak terpuji tiga turis itu tersebar di media sosial dan langsung viral.
Dalam foto yang beredar di media sosial, ketiga turis itu terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki.
Ketiganya membuka sebagian celana dan memakerkan pantat masing-masing.
Tindakan itu dilakukan di atap sebuah jip merah yang membawa rombongan turis berkeliling kawasan Gunung Bromo.
Ketua Tim Data Evlap Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Hendra mengatakan, aksi itu dilakukan untuk iseng awalnya.
Namun, jelas tidak sesuai dengan norma, etika, dan adat istiadat masyarakat setempat.
“Ketiganya melakukan aksi itu sekitar pukul 09.00 di Bukit Widodaren, Kabupaten Pasuruan. Saat itu, mereka selesai berkeliling Gunung Bromo. Kemudian istirahat, lantas berfoto tidak etis di atas jip dengan latar belakang lembah Widodaren,” terang Hendra. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi