Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Panen Cabai di Kanigaran Bisa Dapat Rp 400 Juta dengan Irigasi Sistem Tetes, Dijual di Toko Pengendali Inflasi

Inneke Agustin • Sabtu, 11 Mei 2024 | 15:40 WIB
PANEN: Hasan Prasojo, 39, memanen cabai di sawah miliknya yang menggunakan irigasi tetes di Jalan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kanigaran, Kota Probolinggo.
PANEN: Hasan Prasojo, 39, memanen cabai di sawah miliknya yang menggunakan irigasi tetes di Jalan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kanigaran, Kota Probolinggo.

KANIGARAN, Radar Bromo – Cabai dengan irigasi tetes (drip irrigation) milik Hasan Prasojo, 39, mulai panen.

Yang menarik, hasil panen cabai miliknya jauh lebih baik dibandingkan yang menggunakan sistem pertanian konvensional.

Cabainya lebih sehat, pohonnya tidak mudah layu, dan jumlah panennya dua kali lipat.

“Biasanya dapat 25 kg tiap panen dengan luas sawah yang sama. Tapi dengan irigasi tetes dapat 50 kg cabai. Di panen kedua juga sama,” kata warga warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini.

Hasan memprediksi, sawah seluas 2.000 meter persegi itu bisa menghasilkan sekitar 8 ton cabai.

Rinciannya, satu pohon menghasilkan 2 kilogram cabai. Dikalikan jumlah populasi tanaman di sana sebanyak 4.000 pohon. Jadi total bisa mencapai panen 8 ton.

Saat ini menurut Hasan, harga cabai sedang bagus. Yaitu Rp 50 ribu per kilogram. Walaupun memang harganya fluktuatif, bisa naik turun.

“Bila harga tetap Rp 50 ribu, maka pendapatannya mencapai Rp 400 juta,” tuturnya ditemui di sawahnya di Jalan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kanigaran.

Begitu dipanen, cabai milik Hasan dijual ke Toko Kopi Siaga yang dirancang khusus sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Probolinggo.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Aries Santoso membenarkan hal itu.

Cabai hasil panen milik Hasan dijual di toko Kopi Siaga. Yaitu, toko yang dirancang khusus sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Probolinggo.

Namun, tidak semuanya. Sebagian hasil panennya juga dijual di pasar konvensional di kota.

“Bila hasil produksi dan nilai ekonomi dinilai lebih baik daripada sistem sawah konvensional, nantinya akan kami sosialisasikan pada kelompok tani lainnya,’ katanya.

Harapannya, petani lain bisa meniru cara bertani yang dilakukan Hasan. Sehingga, hasil panen mereka juga akan lebih bagus. (gus/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#panen cabai #Kota Probolinggo #Irigasi tetes