Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Tigasan Kulon Bangun Infrastruktur yang Sentuh Semua Lini

Inneke Agustin • Selasa, 7 Mei 2024 | 17:20 WIB

 

LEBIH KUAT: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces bersama Perangkat Desa Tigasan Kulon mengecek lokasi rabat beton di RT 12/RW 03 Dusun Degedeg.
LEBIH KUAT: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces bersama Perangkat Desa Tigasan Kulon mengecek lokasi rabat beton di RT 12/RW 03 Dusun Degedeg.

DESA Tigasan Kulon merupakan salah satu desa di Kecamatan Leces yang memiliki penduduk sekitar 3.300 jiwa atau setara dengan 950 kepala keluarga (KK). Mayoritas penduduk Desa Tigasan Kulon bekerja sebagai petani. Desa yang dipimpin Suhin Setiawan ini banyak membangun yang menunjang kesejahteraan penduduk dan kenyamanan aksesibilitas.

Salah satunya adalah pembangunan rabat beton di jalan desa menuju pemukiman penduduk, tepatnya di RT 12/RW 03 Dusun Degedeg.

“Dahulu jalan tersebut makadam. Kondisinya licin ketika hujan. Sementara jalan tersebut sering dilewati masyarakat karena merupakan jalan menuju desa tetangga,” kata Kades Suhin Setiawan.

Suhin mengatakan bahwa mulanya ruas jalan sepanjang 112 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut hendak diaspal.

TITIK KEDUA: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces dan Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat melakukan pengecekan jalan rabat beton di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo.
TITIK KEDUA: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces dan Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat melakukan pengecekan jalan rabat beton di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo.
HARUS LANCAR: Ahmad Faisol Tanjung Pendamping Teknik Infrastruktur Desa dan Perangkat Desa Tigasan Kulon saat melakukan pengecekan gorong-gorong di RT 24/RW 06 Dusun Buntes.
HARUS LANCAR: Ahmad Faisol Tanjung Pendamping Teknik Infrastruktur Desa dan Perangkat Desa Tigasan Kulon saat melakukan pengecekan gorong-gorong di RT 24/RW 06 Dusun Buntes.
ANTISIPASI LONGSOR: Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat melakukan pengecekan TPT di RT 24/RW 06 Dusun Buntes.
ANTISIPASI LONGSOR: Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat melakukan pengecekan TPT di RT 24/RW 06 Dusun Buntes.

“Namun setelah dicek ke lokasi, pihak kecamatan menyarankan untuk dirabat beton saja. Alhamdulillah sudah terlaksana di tahun lalu,” katanya.

Perbaikan infrastruktur jalan di Desa Tigasan Kulon terus dikembangkan. Pada 2023, Pemdes Tigasan Kulon juga membangun jalan rabat beton di RT 24/RW 06 Dusun Buntes. Suhin mengatakan bahwa dulunya jalan tersebut terbuat dari tanah.

“Jalan tersebut biasanya digunakan untuk mengangkut hasil panen seperti sengon, tebu, dan sabagainya. Sehingga kalau hujan, licin dan warga kesulitan membawa hasil panen tersebut. Oleh karenanya kami bangun jalan tersebut dengan tujuan ketahanan pangan juga. Sekarang warga yang hendak membawa hasil panen sudah tidak kesulitan,” jelas Suhin.

Sementara di tahun 2024, Suhin juga membangun jalan rabat beton di RT 22/RW 05 Dusun Curah Windu dan RT 02/RW 01 Dusun Gonggo. Di 22/RW 05 Dusun Curah Windu, rabat membentang sepanjang 110 meter dengan lebar 3 meter.

Sedangkan di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo sepanjang 266,5 meter dan lebar 2,5 meter.

“Sebab untuk yang di Dusun Curah Windu merupakan akses ke sekolah juga. Kasihan anak-anak ketika hendak pergi ke sekolah, aksesnya masih tanah saat itu. Jadi kalau hujan, berlumpur. Sekarang semuanya sudah teratasi,” kata Suhin.

Suhin mengatakan bahwa ke depan, pihaknya juga akan melakukan pengaspalan di Dusun Curah Windu dengan total panjang sekitar 800 meter.

“Ini agar masyarakat mudah dalam mengangkut hasil pertanian ataupun nyaman ketika berkendara melalui akses jalan di desa,” katanya.

 

Permanenkan Jembatan Dusun

Tak hanya infrastruktur jalan yang menjadi perhatian Pemdes Tigasan Kulon untuk memajukan kesejahteraan serta kenyamanan akses bagi masyarakat. Ada juga infrastruktur jaringan air seperti gorong-gorong, tembok penahan tanah (TPT), dan jembatan.

“Tahun lalu kami membangun TPT di dua lokasi. Satu di RT 24/RW 06 Dusun Buntes sepanjang 68 meter. Lalu yang lainnya berada di RT 21/RW 05 Dusun Curah Windu sepanjang 18 meter. Ketinggiannya berkisar antara 50 sentimeter hingga paling tinggi 2 meter, tergantung kondisi tanahnya,” kata Suhin.

SEDANG DIKERJAKAN: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces saat di lokasi bersama Perangkat Kecamatan Leces di lokasi pembangunan jembatan di Dusun Buntes.
SEDANG DIKERJAKAN: Peltu Bambang Dwi Asmoro Batuud Koramil Leces saat di lokasi bersama Perangkat Kecamatan Leces di lokasi pembangunan jembatan di Dusun Buntes.
CEGAH GENANGAN: Pengecekan gorong-gorong di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo.
CEGAH GENANGAN: Pengecekan gorong-gorong di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo.

Suhin mengatakan bahwa pemasangan TPT berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak mudah longsor atau tergerus air. “Dulu sebelum ada TPT, tanah di lokasi tersebut selalu tergerus air. Terutama ketika musim hujan. Itu kan jalan, bahkan jalannya hanya tinggal seperempat. Dengan adanya TPT ini, kami harap bisa memperkuat kondisi tanah maupun jalan di sana,” jelasnya.

Ada juga gorong-gorong yang rampung pada tahun 2023 yang terletak di RT 24/RW 06 Dusun Buntes.

Panjangnya sebesar 5 meter dengan lebar sebear 1,6 meter dan tinggi 80 sentimeter. Gorong-gorong tersebut berfungsi sebagai lintasan air, agar tidak menggenangi jalan.

“Jadi air bisa mengalir ke utara. Kalau dulu sebelum adanya gorong-gorong ini bahkan kalau musim hujan airnya masuk ke rumah warga. Sekarang alhamdulillah sudah tidak banjir lagi,” katanya.

Sementara di 2024, Pemdes Tigasan Kulon membangun gorong-gorong di RT 02/RW 01 Dusun Gonggo. Kemudian juga membangun sebuah jembatan di Dusun Buntes.

“Sebelumnya sudah ada jembatannya, tapi hanya sekadar dari tempolong saja. Kurang kuat dan sudah ambles. Sehingga kami perkuat saat ini menggunakan beton. Namun memang pengerjaannya baru dimulai seminggu lalu, jadi masih mencapai 30 persen saja. Tapi Insyaallah 15 hari ke depan sudah selesai,” kata Suhin.

 

Ketahanan Pangan-Rehab Rumah Tak Layak jadi Perhatian

Kades Tigasan Kulon Suhin Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan membuat gebrakan ketahanan pangan berupa budi daya kambing.

Kambing-kambing tersebut nantinya disebar ke empat titik kandang yang berada di RT 17 dan RT 18/RW 05 Dusun Curah Windu.

“Nantinya tiap kandang kami isi dengan 5 ekor kambing. Jadi total ada 20 ekor. Bagi pengembalanya, kami juga tidak mau asal-asalan. Kami mencari pengembala yang memang telaten dan jujur.

Harapannya peternakan ini bisa berkembang dan menyumbang PADes suatu saat nanti,” tutur Suhin.

Pemdes juga punya program rehab rumah tak layak huni (RTLH) yang tujuannya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

SUDAH DISELEKSI: Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat berkunjung ke lokasi RTLH milik Marlis Puden di RT 01/RW 01 Dusun Gonggo.
SUDAH DISELEKSI: Ahmad Faisol Tanjung selaku Pendamping Teknik Infrastruktur Desa saat berkunjung ke lokasi RTLH milik Marlis Puden di RT 01/RW 01 Dusun Gonggo.

Biasanya, program ini ditujukan bagi masyarakat yang rumahnya tidak memenuhi standar kelayakan, misalnya kondisi bangunan yang sudah rusak berat atau tidak memadai untuk dihuni.

“Kami pilih masyarakat yang kurang mampu. Terutama yang sudah lansia dan tidak memiliki pekerjaan. Itu yang kami prioritaskan,” kata Suhin.

Suhin menjelaskan bahwa pada tahun 2024 Pemdes Tigasan Kulon juga memiliki program pembangunan RTLH. Ada dua RTLH dan pembangunan jamban di Desa Tigasa Kulon.

“Dengan RTLH ini harapannya masyarakat bisa mendapat hunian yang lebih layak sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat,” katanya.

Ada juga jambanisasi yang dibangun di dua titik yaitu di RT 21/RW 05 Dusun Curah Windu milik Supo dan Untung. Sementara RTLH pertama terletak di RT 20/RW 05 Dusun Curah Windu milik Tinarto yang saat ini telah rampung pengerjaannya. Lalu yang kedua merupakan rumah milik Marlis Puden di RT 01/RW 01 Dusun Gonggo yang saat ini masih sedang proses pengerjaan.

“Sebelumnya dinding rumah terbuat dari anyaman bambu. Sekarang kami ganti menggunakan batako. Panjang dinding keliling mencapai 5,60 meter. Nantinya ada 1 kamar juga di dalam. Kemungkinan seminggu lagi sudah selesai,” kata Toli, kepala tukang proyek RTLH. (gus/fun/*)

 

APBDES PEMERINTAH DESA TIGASAN KULON TAHUN ANGGARAN 2024

PENDAPATAN
Dana Desa: Rp 1.250.323.000,00
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah: Rp 35.801.054,00
Alokasi Dana Desa: Rp 342.340.906,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 1.628.464.960,00

BELANJA
Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan: Rp 512.515.360,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa: Rp 962.566.000,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan: Rp 6.000.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat: Rp 100.450.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana: Rp 63.081.939,74
JUMLAH BELANJA: Rp 1.644.613.299,74
SURPLUS (DEFISIT): (Rp 16.148.339,74)

PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan: Rp 26.148.339,74
Penyertaan Modal Desa: Rp 10.000.000,00
Pembiayaan Netto: Rp 16.148.339,74
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran: Rp 0,00

Editor : Jawanto Arifin
#transparansi desa #kecamatan tegalsiwalan #Desa Tigasan Kulon