PEMBANGUNAN infrastruktur merupakan salah satu kunci utama dalam menggerakkan roda perekonomian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di tengah upaya untuk mempercepat pembangunan ini, Pemerintah Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, telah membangun sejumlah infrastruktur.
Desa Kerpangan dihuni oleh 6.834 penduduk atau sekitar 1.300 kepala keluarga (KK). Mayoritas mereka bekerja sebagai petani dan perajin mebel.
Pj Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim, 54, mengatakan, pihaknya telah membangun banyak infrastruktur untuk menunjang kegiatan warga.
Aksesibilitas yang lebih baik akan membuka pintu bagi pertumbuhan perekonomian warga.
Selain itu, jalan yang baik juga akan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Memungkinkan masyarkat untuk lebih mudah mengakses layanan kesehatan, pendidikan, atau tempat ibadah. Salah infrastruktur yang telah dibangun berupa jalan sepanjang 46,5 meter dengan lebar 2,3 meter di Dusun Paras.
“Mulanya ruas jalan tersebut tidak dipaving, sehingga ketika musim hujan becek. Ketika ada masyarakat yang hendak ke mushala di lokasi tersebut, biasanya harus menggunakan motor agar tidak terkena lumpur,” kata Nanang.
Nanang menjelaskan, proyek pavingisasi ini rampung pada Ramadan 2024. Masyarakat telah merasakan manfaatnya pada momen kebersamaan di hari Lebaran.
“Alhamdulillah kini masyarakat yang hendak salat di mushala itu, tidak perlu menggunakan motor. Jalan kaki juuga bisa. Kalau dulu licin, sekarang aksesnya sudah nyaman,” jelasnya.
Tak hanya itu, proyek pavingisasi juga dilakukan di Dusun Kerpangan Selatan, sepanjang 100 meter dengan lebar 3 meter. Nanang mengatakan, bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pembangunan. Utamanya pavinginsasi jalan.
Pemerintah Desa Kerpangan, juga berencana membangun jalan paving di Dusun Paras. Panjangnya beragam.
Di antaranya, 43 meter dengan lebar 3 meter; 11 meter dengan lebar 2,7 meter; 6 meter dengan lebar 2,5 meter; dan 46 meter dengan lebar 2 meter. “Ini agar akses bagi masyarakat makin baik,” kata Nanang.
Cegah Banjir, Bangun Irigasi dan TPT
Pemerintah Desa Kerpangan juga berinisiatif membangun irigasi. Bahkan, program ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan tahun ini. Tujuan utamanya, untuk mencegah banjir yang dapat merusak lahan pertanian maupun permukiman.
Irigasi tersebut membentang sepanjang 109,5 meter dengan lebar 1,3 meter di Dusun Krajan.
Kanan dan kiri irigasi ini dibeton dengan kedalaman 60 sentimeter ditambah jembatan beton selebar 7,1 meter.
“Ini agar lahan pertanian di sekitar tidak terdampak lagi ketika hujan. Sebelum adanya gorong-gorong tersebut, airnya menggenangi lahan persawahan,” ujar Pj Kepala Desa Kerpangan, Nanang Khosim.
Selain irigasi, Nanang mengatakan, ke depan juga akan membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 34 meter. Tingginya bervariasi, mulai 1,3 meter hingga 2,2 meter.
“Rencananya akan dibangun di Dusun Paras. Di lokasi tersebut kalau hujan lebat dan air sungai kemudian meninggi, khawatir bisa meluap kalau tidak diberi TPT,” katanya.
Tambah 14 Titik Lampu Penerangan Jalan
Sektor keamanan tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Kerpangan. Salah satunya melengkpai jalan dengan lampu penerangan jalan.
Penerangan jalan yang memadai tidak hanya memberikan rasa aman bagi warga yang melintas ketika malam. Tetapi, juga meningkatkan kemungkinan untuk aktivitas sosial dan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Pj Kepala Desa Kerpangan Nanang Khosim mengatakan, dengan adanya penerangan jalan yang baik, masyarakat akan merasa lebih aman untuk beraktivitas di luar ruangan ketika malam. Seperti pergi ke sawah atau hendak berkumpul ke rumah saudara.
Selain itu, penerangan jalan yang memadai tentunya dapat membantu mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan visibilitas yang rendah ketika malam.
“Kami memasang 14 titik penerangan jalan umum (PJU) dengan kapasitas lampu 50 watt di sepanjang jalan di wilayah RT 8 hingga RT 10/RW 12 di Dusun Kerpangan Selatan. Alhamdulillah, kata masyarakat kini tidak takut lagi bila hendak ke sawah. Dulunya kan gelap, sekarang sudah terang,” katanya.
Tak cukup di sana, Pemerintah Desa Kerpangan, juga berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya. Sejak tahun lalu, pemerintah desa telah melakukan program budi daya kambing etawa.
“Kini sudah beranak pinak. Totalnya ada 34 ekor yang kami tempatkan di empat titik kandang terpisah. Harapannya, budi daya ini nantinya bisa mendongkrak PAD desa,” tuturnya. (gus/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA KERPANGAN TAHUN ANGGARAN 2024
Pendapatan
Pendapatan asli desa -- Rp 1.500.000,00
Pendapatan transfer -- Rp 1.580.182.010,00
Jumlah -- Rp 1.581.682.010,00
Belanja
Bidang penyelenggaraan pemerintahan -- Rp 546.435.893,00
Bidang pelaksanaan pembangunan desa -- Rp 622.897.689,00
Bidang pembinaan kemasyarakatan -- Rp 69.789.000,00
Bidang pemberdayaan masyarakat -- Rp 265.740.000,00
Bidang penanggulangan bencana -- Rp 110.283.287,85
Jumlah -- Rp 1.615.145.869,85
Surplus (Defisit) -- (Rp 33.463.859,85)
Pembiayaan
Penerimaan -- Rp 33.463.859,85
Pembiayaan netto -- Rp 33.463.859,85
Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00