Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemdes Seboro Benahi Gedung Sekolah Supaya Lebih Nyaman dan Siswa Makin Semangat

Achmad Arianto • Rabu, 1 Mei 2024 | 23:45 WIB

 

 

LEBIH NYAMAN: Bendahara Desa Seboro Purwadi melihat bangunan gedung PAUD Pelita di RT 2/RW 2, Dusun Krajan. Pembangunan gedung akan dilanjutkan tahun ini.
LEBIH NYAMAN: Bendahara Desa Seboro Purwadi melihat bangunan gedung PAUD Pelita di RT 2/RW 2, Dusun Krajan. Pembangunan gedung akan dilanjutkan tahun ini.

PEMERINTAH Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, berupaya menyeimbangkan pembangunan desa. Fasilitas pendidikan dan infrastruktur pendukung program ketahanan pangan menjadi sasaran pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan menjadi tonggak perkembangan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM). Suksesnya bidang pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kualitas tenaga pengajar.

Tetapi, juga perlu didukung oleh sarana dan prasarana penunjang terselenggaranya pendidikan.

Salah satunya adalah gedung. Keberadaan gedung sebagai tempat melaksanakan aktivitas belajar mengajar haruslah diperhatikan dengan baik. Sebab, sangat berpengaruh pada kenyamanan belajar mengajar.

Kepala Desa Seboro Mosta
Kepala Desa Seboro Mosta
SALURKAN BANTUAN: Kepala Desa Seboro Mosta
SALURKAN BANTUAN: Kepala Desa Seboro Mosta

Sekretaris Desa Seboro Muhammad Wepi mengatakan, tahun ini pemerintah desa akan melaksanakan rehab atap gedung PAUD Pelita. Gedung tersebut yang memiliki tiga ruangan kelas berada di RT 2/RW 2, Dusun Krajan.

Fasilitas pendidikan ini sejatinya telah dibangun sejak 2008. Karena telah termakan cuaca dan waktu, maka gedung khususnya bagian atap yang terbuat dari kayu rapuh.

“Tahun ini ada satu bangunan kelas lokal akan kami rehab. Atapnya sudah rapuh dan kusen keropos,” katanya.

Gedung yang akan direhab berukuran 7 x 8 meter. Dengan jumlah siswa PAUD 40 anak. Setiap jam sekolah, lingkungan sekitar cukup ramai. Bukan hanya siswa yang bersekolah, tetapi juga para orang tua anak didik yang saat itu sedang mengantar sekolah.

“Saat jam sekolah kelas dan lingkungan sekitar cukup ramai. Pelaksanaan rehab kami disegerakan, sebab kami khawatir apabila terlalu lama atap bisa ambruk. Setelah rehab bangunan akan dicat,” ujarnya.

Bendahara Desa Seboro Purwadi mengatakan, pembangunan gedung PAUD merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya.

Pada 2023, pemerintah desa telah merealisasikan rehab dua kelas masing-masing berukuran 10 x 8 meter.

Bangunan tersebut berada di sisi sebelah barat kelas yang saat ini akan direhab. Kondisinya sudah bagus dan lebih layak untuk digunakan aktivitas belajar mengajar.

“Ada tiga kelas yang dimanfaatkan untuk sekolah PAUD. Dua kelas sudah selesai direhab. Karena anggaran terbatas, maka satu kelas kami lanjutkan tahun ini,” tuturnya.

 

Tekan Biaya Operasional Pertanian

Mayoritas wilayah Desa Seboro, berupa lahan pertanian produktif. Tidak heran jika banyak warga setempat yang menggantungkan hidupnya bekerja sebagai petani.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah desa untuk melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur sektor pertanian.

KUAT: Bendahara Desa Seboro Purwadi mengecek pembangunan TPT di RT 1/RW 1, Dusun Kembang.
KUAT: Bendahara Desa Seboro Purwadi mengecek pembangunan TPT di RT 1/RW 1, Dusun Kembang.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan memetakan infrastruktur pertanian. Hasilnya, ada belasan infrastruktur baik jalan, tembok penahan tanah (TPT), dan irigasi yang belum layak, bahkan rusak.

Sementara, areal pertanian cukup luas sehingga perlu dilakukan pembangunan.

“Beberapa waktu lalu sudah kami lakukan peninjauan, memang ada infrastruktur yang masih perlu dibangun. Namun, karena anggaran yang ada hanya sedikit, maka kami pilih infrastruktur yang memiliki manfaat banyak bagi warga,” ujar Bendahara Desa Seboro, Purwadi.

Infrastruktur yang saat ini dalam proses pengerjaan adalah TPT sepanjang 325 meter di RT 1/RW 1, Dusun Kembang. Fungsinya sebagai penguat bahu jalan utama menuju areal perhatian warga.

Wilayah pertanian Dusun Kembang, begitu potensial untuk ditanam padi, jagung, bawang merah, dan tembakau. Biasanya warga menanam komoditas tersebut bergantian sesuai musim.

“Sebagian ruas jalan yang saat ini dibangun TPT sudah berupa jalan rabat beton. Dapat dikatakan proyek TPT merupakan penyempurnaan,” katanya.

Purwadi menambahkan, masih banyak infrastruktur sektor pertanian belum tersentuh.

Karena itulah, pembangunan nantinya dilakukan secara bertahap dan merata diseluruh dusun. Khususnya wilayah yang mampu menyokong penguatan ketahanan pangan.

 

Lanjutkan Pembangunan Sumur Irigasi

Ketahanan pangan tentunya tidak dapat terealisasi tanpa adanya sarana dan prasarana pendukung usaha tani.

Pemerintah Desa Seboro juga membangun kebutuhan fisik sektor pertanian secara bertahap. Menyesuaikan luas lahan dan petani yang memanfaatkannya.

Sekretaris Desa Seboro Muhammad Wepi mengatakan, pihaknya telah merealisasikan pengadaan sumur bor untuk irigasi pertanian di RT 1/RW 1, Dusun Kembang.

Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan irigasi puluhan hektare lahan pertanian.

“Pengadaan sumur bor dilakukan tahun lalu. Tapi, masih kami lanjutkan sampai saat ini. Sebab, beberapa kali kami cari sumber air yang tepat, namun tidak berhasil. Di lokasi yang saat ini dibor itulah ada air, namun cukup dalam,” katanya.

PENUHI KEBUTUHAN: Bendahara Desa Seboro Purwadi mengecek pengeboran sumur irigasi di RT 1/RW 1, Dusun Kembang.
PENUHI KEBUTUHAN: Bendahara Desa Seboro Purwadi mengecek pengeboran sumur irigasi di RT 1/RW 1, Dusun Kembang.

Sebelumnya, petani memenuhi kebutuhan irigasi sawah memanfaatkan sungai melalui selokan kecil. Saat kemarau debit air mengecil. Kebutuhan air pun tidak merata. Agar dapat menjangkau seluruh wilayah dilakukanlah pengeboran sumur.

Balok, sapaan akrab Muhammad Wepi mengatakan, kebutuhan irigasi ini begitu dibutuhkan. Sebab, dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pertanian. “Pemenuhan irigasi sawah memang hal yang paling utama. Kalau irigasinya bagus, maka hasilnya juga lebih baik,” tuturnya.

Bendahara Desa Seboro Purwadi menambahkan, sumur irigasi ini nantinya akan dilengkapi pompa air. Namun, masih belum diputuskan apakah menggunakan pompa visibel ataukah menggunakan pompa diesel. Masih akan melihat debit airnya.

Airnya akan disalurkan ke selokan yang sudah ada di sekitar sawah. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan dibangun irigasi baru untuk menjangkau sawah yang belum terjangkau.

“Perencanaan sudah kami lakukan. Kami berupaya melakukan pekerjaan yang baik dan manfaatnya bisa dirasakan oleh petani desa. Sawah subur warga desa makmur,” ujarnya. (ar/rud)

 

APBDES PEMERINTAH DESA SEBORO TAHUN ANGGARAN 2024

Pendapatan
Pendapatan asli desa -- Rp 6.500.000,00
Pendapatan transfer -- Rp 1.499.428.777,00
Pendapatan lain-lain -- Rp 0,00
Jumlah
-- Rp 1.505.928,777,00

Belanja
Belanja pegawai -- Rp 388.759.920,00
Belanja barang dan jasa -- Rp 1.050.005.409,97
Belanja tidak terduga -- Rp 72.295.325,00
Jumlah
-- Rp 1.511.060.654,97
Surplus / (Defisit) -- (Rp 5.131.877,97)

Pembiayaan
Penerimaan -- Rp 5.131.877,97
Silpa tahun sebelumnya -- Rp 5.131.877,97
Pembiayaan netto -- Rp 5.131.877,97

Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00

Editor : Jawanto Arifin
#kecamatan krejengan #transparansi desa #Desa Seboro