MAYANGAN, Radar Bromo – Laju pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo tahun 2023 hanya 6,04 persen. Turun 0,08 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai 6,12 persen.
Hal itu diketahui dalam Nota Penjelasan LKPj Wali Kota Probolinggo tahun 2023 yang disampaikan saat rapat paripurna DPRD Kota Probolinggo, Senin (1/4).
Ada beberapa sektor yang turun, sehingga kemudian menjadi penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi di kota secara keseluruhan.
Salah satu sektor yang turun yaitu pertumbuhan PDRB kategori perdagangan sebesar 5,43 persen. Turun 0,65 persen dibanding tahun 2022 yang mencapai 6,08 persen.
Namun, ada juga sektor yang naik. Yaitu, pertumbuhan PDRB kategori perindustrian sebesar 6,72 persen. Meningkat 0,69 persen dibanding tahun sebelumnya 6,03 persen.
Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis mengatakan, hampir semua daerah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi.
Termasuk di Kota Probolinggo, pada tahun 2023 laju pertumbuhan ekonomi menurun dibanding tahun 2022.
Untuk itu, ke depan potensi-potensi yang ada di Kota Probolinggo perlu ditingkatkan. Sebab, masih banyak yang belum maksimal dikelola.
Saat ini, pihaknya akan melihat dan mengkaji kembali kondisi di Kota Probolinggo. Mengingat, dirinya masih 2 bulan ditugaskan di Kota Probolinggo.
”Dengan SDM yang ada dan minimalis, kami tetap berupaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 menurun karena kondisi ekonomi baru pulih dan bangkit pascapandemi Covid-19.
Sehingga, fluktuasi laju pertumbuhan ekonomi naik turun. Dan hal itu menurutnya adalah hal biasa.
”Tentu itu menjadi evaluasi dalam pembahasan di LKPj (Wali Kota tahun 2023 ini),” katanya.
Mujib menambahkan, nantinya dievaluasi poin apa saja yang mengalami penurunan selama tahun 2023.
Selanjutnya, pada tahun anggaran berjalan ini, akan lebih memaksimalkan pos-pos yang mengalami penurunan.
Harapannya, tahun 2024 ini merupakan titik kembali kedua untuk bisa maksimal dalam pelaksanaan APBD 2024.
”Nanti akan dievaluasi dan dikaji lebih, sektor apa saja yang menurun. Selanjutnya, pengelolaan pos-pos itu dimaksimalkan pada tahun 2024 ini,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Achmad Syaifudin