DESA Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menjadi pintu masuk Kawasan Wisata Bromo.
Tahun ini, Pemerintah Pusat berencana untuk membangun gerbang pintu masuk kawasan Bromo, yang terletak di pertigaan jalan Nasional Desa Sukapura.
Momen itu, akan dimaksimalkan Pemdes Sukapura untuk kembangkan UMKM, Karang Taruna dan BUMDes.
Pembangunan yang rencana dimulai tahun ini oleh pemerintah pusat, tidak hanya fisik gerbang pintu masuk kawasan Bromo.
Tetapi, lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang berada di Desa Sukapura itu, akan dibangun Rest Area lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya.
Pemdes Sukapura berupaya, untuk menjadi bagian dalam meramaikan Rest Area tersebut.
Yaitu, dengan meminta tempat untuk pengembangan UMKM dan BUMDes.
Mengingat, di Desa Sukapura sudah banyak tumbuh UMKM. Namun, belum ada wadah untuk memasarkan hasil produk UMKM tersebut.
Keberadaan Rest Area itu nantinya, menjadi peluang besar bagi UMKM.
Di mana, nantinya hasil produk UMKM dapat dipasarkan atau dijual di pusat Rest Area tersebut.
Dengan harapan, UMKM dapat tumbuh berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kades Sukapura, Untung Arsiadi mengatakan, untuk peningkatkan ekonomi masyarakat, pihaknya ingin kembangkan UMKM dan aktifkan BUMDes.
Selama ini, di Desanya sudah banyak terbentuk UMKM. Hanya saja, belum ada wadah untuk para pelaku UMKM pasarkan hasil produknya.
“Banyak UMKM di sini, Mas. mulai UMKM keripik kentang, minuman poka dan makanan lainnya. Kami ingin berikan wadah yang layak untuk para UMKM Desa. Kesempatan itu bisa datang, dengan adanya pembangunan gerbang dan rest area di Desa Sukapura ini,” kata Untung Arsiadi, kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Kades menerangkan, keberadaan UMKM di desanya, sempat dilirik oleh Pemprov Jatim.
Karena itu, tahun lalu desanya dipilih sebagai penerima program Desa Berdaya, untuk menjadikan Desa Sukapura, pusat UMKM Kerajinan Bambu.
Di Desa Sukapura, banyak pohon bambu yang hampir tidak ada nilainya.
Nah, melalui UMKM itu nantinya, diharapkan menjadi kerajinan bambu yang memiliki nilai, dengan harga jual yang lebih tinggi.
“Dengan begitu, nantinya akan tumbuh UMKM dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena dengan UMKM, banyak masyarakat yang terlibat di dalamnya,” terangnya.
Dorong Ekonomi dengan Ternak Sapi
Program ketahanan pangan di Desa Sukapura, diperuntukkan dalam bidang peternakan.
Tahun 2023 kemarin, Pemdes Sukapura sudah merealisasikan pengadaan 8 ekor sapi.
Tahun ini, rencananya akan dibangun kandang komunal, untuk menjadi pusat ternak sapi program ketahanan pangan Desa Sukapura.
Kades Sukapura, Untung Arsiadi mengatakan, kegiatan ketahanan pangan di desanya, diperuntukkan dengan pengadaan 8 ekor sapi tahun kemarin, untuk program penggemukan.
Nantinya, sapi-sapi yang dipelihara warga itu, bisa dijual jika sudah besar. Keuntungnnya, dibagi antara pemelihara dengan desa.
Warga yang memelihara sapi itu, mendapatkan tambahan pendapatan atau tabungan.
Sedangkan desa, mendapatkan PADes atau nantinya, dapat digunakan untuk membali ternak sapi kembali.
“Kami berharap, nanti warga yang melihara ternak sapi terus bertambah, seiring jumlah ternak sapi milik desa juga bertambah. Dengan begitu, masyarakat yang terbantu perekonomiannya, juga terus bertambah,” harapnya.
Tahun ini, dikatakan Kades, pihaknya akan membangun kandang komunal yang berada di Dusun Ngeteh.
Nah, sapi-sapi ternak desa itu, nantinya dipelihara dalam satu kandang. Supaya, lebih mudah pengawasannya.
Tetapi, tanggung jawab pemeliharaan ternak sapi tersebut, tetap menjadi milik masing-masing peternak, yang diberikan tanggung jawab.
“Untuk sementara ini, ternak sapi tersebut dipelihara di kandang rumah warga yang memelihara. Jika kandang komunal sudah jadi, nanti bisa dijadikan satu tempat,” terangnya.
Jalan Desa Hampir Tuntas, Fokus Jalan Lingkungan
Kondisi infrastruktur jalan desa di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hampir seluruhnya sudah layak dan baik.
Karena hampir seluruhnya, sudah tersentuh pembangunan.
Tinggal proses pemeliharaan. Kini, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukapura, lebih fokus pada jalan lingkungan dan jalan usaha tani dalam meningkatkan infrastruktur yang ada.
Desa Sukapura memiliki 5 dusun. Mulai Dusun Bulak Sari (Ngeteh), Krajan, Kebon Sengin, Curah Wangi, dan Dusun Watu Lumpang.
Dengan wilayah desa yang cukup luas, butuh waktu untuk dapat menyelesaikan program peningkatan infrastruktur.
Beruntungnya, infrastruktur jalan desa, sudah hampir seluruhnya dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah, Mas. Untuk infrastruktur jalan desa, sudah hampir seluruhnya sudah tertangani. Tinggal proses pemeliharaan yang mulai melupas atau rusak,” jelas Kades Sukapura, Untung Arsiadi pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Kades menerangkan, tiap tahun, selalu ada alokasi anggaran untuk peningkatan infrastruktur.
Hanya saja, tahun ini, pihaknya fokus pada peningkatan infrastruktur jalan lingkungan.
Sedangkan tahun 2023 kemarin, pihaknya menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan desa.
Membangun jalan rabat dan jalan makadam di Dusun Kebonsengon. Kemudian di Dusun Krajan 1 juga dibangun jalan rabat.
“Tahun ini (2024), rencana ada dua titik pembangunan jalan aspal dan rabat. Yaitu di Dusun Curah Wangi. Kami berupaya meningkatkan infratruktur jalan di Desa, agar bisa mendorong perekonomian warga. Karena jika akses jalan baik dan layak, aktivitas dan perekonomian ikut terbantu,” terangnya. (mas/one)
Editor : Jawanto Arifin