DRINGU, Radar Bromo - Meski sudah kerja bakti, toh material lumpur sisa banjir bandang di dua desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, masih menumpuk.
Bedanya, material lumpur itu sudah mengeras. Tidak bisa lagi dibersihkan dengan alat manual.
Karena itu, warga Desa Kedunggaleng, Kecamatan Dringu menyewa ekskavator untuk membersihkan sisa material banjir.
Pantauan jawapos.radarbromo.com, selama ini alat berat jarang bisa masuk ke permukiman padat penduduk seperti di Desa Kedungdalem.
Namun, ekskavator itu masuk pelan-pelan melewati jalan di pinggir sungai. Hingga kemudian sampai di RT 04/RW 02 pada Senin (18/3).
Begitu sampai di lokasi, Agus Sulistyono yang jadi operator langsung membersihkan tumpukan lumpur sisa banjir yang mulai mengeras.
Menurutnya, masih material sisa banjir di perkampungan. Material yang awalnya berupa lumpur itu, kini mengeras. Sehingga, sulit dibersihkan secara manual.
Karena itu, warga sepakat iuran untuk menyewa alat berat. Supaya proses pembersihan material sisa banjir lebih cepat selesai. Terutama akses jalan lingkungan yang masih tertutup tanah hingga kini .
”Ini sistem sewa. Warga sini iuran untuk sewa alat berat ini. Kebetulan saya kerja di proyek. Jadi saya sewa sekaligus minta tolong ke juragan saya pakai alat berat ini untuk membersihkan lumpur sisa banjir,” terang Agus yang juga warga RT 04/RW 02 Desa Kedungdalem.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, sebenarnya ekskavator D78 sudah pernah didatangkan ke Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem.
Saat itu, eskavato membersihkan lingkungan di barat sungai dari material sisa banjir bandang. Alat berat itu merupakan bantuan dari provinsi.
“Bahkan, juga didatangkan mini loader punya DLH Kabupaten Probolinggo. Sementara untuk alat berat PU kami prioritaskan membersihkan material sisa banjir di jalan,” katanya.
Pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan Kades Kedungdalem agar menyampaikan kebutuhan alat berat untuk bersih-bersih.
Namun, karena tidak ada informasi lanjutan dari desa, alat berat itu pun dipakai daerah lain.
Oemar Sjarief berjanji akan mengoordinasikan alat berat yang disewa warga itu dengan kades setempat.
“Minggu ini kami membersihkan Desa Kedungdalem di sisi timur sungai menggunakan mini loader. Hari ini (kemarin, Red) alat tersebut masih bekerja mengangkut tanah di Desa Dringu, Dusun Ngemplak,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Achmad Syaifudin