Setelah melalui proses panjang, Pemkot Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota.
Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 ini digelar di Ruang Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, Kamis (21/3).
Kegiatan ini dibuka oleh Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis yang juga bertindak sebagai narasumber. Selain Nurkholis, hadir pula narasumber kedua, Kepala Bakorwil V Jember Nana Fadjar Prijanto.
Dalam arahannya, Nurkholis mengungkapkan, pentingnya pelaksanaan Musrenbang dalam memberikan masukan terhadap penyusunan dokumen perencanaan daerah.
Menurutnya, Musrenbang merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan pendapat. Baik pemerintah, akademisi, swasta, maupun masyarakat tentu menjadi momen penting dalam mengakomodasi usulan-usulan dari masyarakat.
“Saya mengapresiasi semangat kita bersama untuk menyatukan tekad, pikiran, dan langkah dalam mewujudkan Pembangunan Kota Probolinggo Tahun 2024-2045. Sekaligus meningkatkan perencanaan yang lebih efektif dalam konteks meningkatkan pembangunan ekonomi secara komprehensif,” ujarnya.
Kepala Bakorwil V Jember Nana Fadjar Prijanto mengatakan, pembangunan daerah merupakan pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan ke daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Termasuk di dalamnya adalah dokumen perencanaan pembangunan yang dilakukan setiap tahun.
Karena itu, menurut Nana, provinsi dan kabupaten/ kota berkontribusi dalam mendukung dan mewujudkan pembanguan daerah, baik peningkatan dan pemerataan.
Di antaranya, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan usaha, akses, dan kualitas pelayanan publik dan serta daya saing daerah.
Nana menyampaikan, Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di pulau Jawa dan secara nasional. Hal ini ditunjukkan dari jumlah PDRB per kapita tahun 2023 sebesar Rp 71,12 juta. Naik 7,36 persen dibanding tahun 2022.
Evaluasi dan capaian Kota Probolinggo sendiri mendapat nilai baik di mata pemerintah provinsi. Salah satunya, terlihat pada tingkat pertumbuhan ekonomi. Kota Probolinggo memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, yakni sebesar 6,4 persen.
Angka ini lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekitar 4,95 persen.
Bahkan, pertumbuhan ekonomi tingkat nasional 5,05 persen. Capaian ini membuat nama Kota Probolinggo berada di peringkat keempat setelah Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Malang.
Nana menjelaskan, arahan pembangunan Kota Probolinggo 2025 mendatang. Yakni, melalui akselerasi dan pemerataan ekonomi melalui pengembangan sektor unggulan berdaya saing tinggi.
Sektor potensial ini adalah sektor transportasi dan pergudangan, real estate, jasa perusahaan, hingga jasa kesehatan dan kegiatan sosial.
Terpisah, Kepala Bappeda Litbang Diah Sajekti Widowati Sigit mengatakan, semua usulan yang masuk mengakomodasi pendapat saran masukan dan usulan positif dari bawah dan sudah sesuai aturan.
“Yang terpenting harus sesuai skala prioritas, mana kebutuhan yang mendesak, tepat sasaran, dan benar-benar sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Musrenbang ini diikuti 150 peserta. Selain para narsum, hadir pula sekda kota, asisten, staf ahli, perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo, tenaga ahli dari Universitas Brawijaya, perwakilan Bappeda Litbang Kabupaten Probolinggo.
Selanjutnya, kepala BPS Kota Probolinggo, perwakilan Bank Jatim Cabang Probolinggo, perwakilan TP PKK Kota Probolinggo, lurah hingga ketua LPM dan ketua Forum Kelompok Masyarakat se-Kota Probolinggo. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi