PEMERINTAH Desa (Pemdes) Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, merespon cepat kebutuhan utama masyarakat di segala bidang. Salah satunya kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuha primer sehari-hari warga.
Melalui program pipanisasi, sebanyak 164 jiwa atau 66 kepala keluarga (KK) tahun ini merasakan aliran air yang lancar menuju rumahnya masig-masing.
“Air mengalir sampai ke rumah warga di satu dusun, yakni Tanianlanjeng. Ada setidaknya 48 rumah yang teraliri air dengan lancar di dusun ini,” kata Kepala Desa Kedungsumur Hasim.
Adanya program pipanisasi ini sebagai bukti jika pemdes tidak pernah tutup mata dalam pemberian pelayanan bagi masyarakat.
Segala kebutuhan skala prioritas diupayakan tuntas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
“Hasil musyawarah desa dan usulan masyarakat, pemenuhan air di dusun ini cukup sulit. Sebab, pipa yang lama sudah rusak, ditambah ukuran pipa yang sebelumnya kecil. Sehingga tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat. Sebelumnya 1,5 Dim, yang baru ini sudah 2 Dim. Jadi airnya kecang, sehingga bisa merata,” kata Kades Hasim.
Tidak hanya pipanisasi. Pemdes Kedungsumur juga melakukan pembangunan kamar mandi lengkap dengan toilet di Dusun yang sama.
“Pembangunan tempat MCK (Mandi, Cuci, kakus) kami lakukan guna memberi fasilitas kepada masyarakat dalam kepentingan kamarmandi maupun toilet,” jelasnya.
Pembangunan tempat MCK ini, diungkap kades, sebagai upaya dalam menciptakan pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat.
Terlebih pada kepentingan buang air besar (BAB), masih banyak masyarakat yang tidak memiliki air toilet.
“Saat BAB masih banyak yang ke sungai. Saat hujan atau banjir kan warga kesulitan kalau mau ke sungai. Sehingga MCK ini menjadi solusi kami untuk dibangun, agar masyarakat tidak keselitan lagi,” ujarnya.
Selain dua program itu, Pemdes Kedungsumur tahun ini memiliki sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya.
Yakni pengaspalan jalan di Dusun Kedungsumur, dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Krajan.
“Pembangunan ini kami putuskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang prioritas. Sehingga, setiap tahunnya kami terus tingkatkan infrastruktur untuk mempermudah aktivitas masyarakat dalam berbagai bidang,” bebernya.
Perhatikan Masyarakat Miskin dan Kesehatannya
Dengan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), Pemerintah Desa Kedungsumur memberikan perhatiannya kepada masyarakat dengan taraf miskin ekstrem. Bantuan ini setidaknya bisa meringankan beban mereka.
“Kami berikan uang tunai tiap bulannya Rp 300 ribu untuk meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya,” kata Kepala Desa Kedung Sumur, Hasim.
Setidaknya ada 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan tersebut.
Para penerima ini telah dilakukan seleksi dan diputuskan melai musyawarah desa (Musdes).
“Selain masuk dalam miskin ekstrem, para penerima ini juga kami pilih dari masyarakat yang mengalami sakit menahun. Tidak bisa kerja lagi, tua jompo dan berbagai kriteria lainnya,” beber Hasim.
Dengan program bantuan tersebut, ia mengatakan, masyarakat di sekitar penerima akan mendapat imbas manfaatnya juga. Utamanya kepada mereka yang memiliki usaha kecil menengah.
“Kami harapkan para penerima dapat membelanjakan uangnya di warung-warung dekat rumahnya, sehingga perputaran uang itu tepat ada di desa. Dengan begitu, dampak positif nya di rasa tidak hanya oleh penerima. Namun masyarakat lainnya,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, Pemdes Kedungsumur menjadikan posyandu sebagai pagar betis dalam pemberian pelayanan kesehatan. Melalui sejumlah kegiatan yang ada, diharapkan target-target peningkatan kesehatan dapat tercapai.
“Utamanya pada pencegahan stunting. Kami memberikan beragam kegiatan di posayandu, didanai oleh DD. Seperti pemberian PMT (makanan bergizi), kemudian pengecekan kesehatan dan imunisasi.
Mulai dari balita, ibu hamil, sampai lansia ada sendiri kegitannya,” katanya.
Tidak hanya pada warga miskin dan kesehatan warganya. Pemdes Kedungsumur juga terus berbenah terhadap pelayanan bagi masyarakatnya. Melalui seleksi terbuka alias bisa di ikuti oleh seluruh warga, pemdes membuka rekrutmen bagi perangkat desa.
“Kuantitas sumberdaya manusia kami tingkatkan, agar bisa memberi pelayanan maksimal. Tahun ini kita buka pendaftaran perangkat desa, dengan jabatan kasun. Dua kebutuhan,” katanya. (mu/fun/*)
Editor : Jawanto Arifin