KEDOPOK, Radar Bromo- Warga Probolinggo harus benar-benar lebih waspada terhadap ancaman pencuri. Di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, kembali terjadi kasus pencurian motor. Kini, korbannya pedagang ayam geprek di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo, Aida Fitria.
Motor milik perempuan berusia 24 tahun itu, raib digondol maling Senin (18/2) sekitar pukul 15.00. Pelakunya diduga pasangan suami istri (pasutri) yang saat itu berpura-pura membeli ayam geprek.
Aida mengatakan, motor Honda Varionya setiap hari memang diparkir di depan warung tempatnya berjualan. Di Jalan Mastrip, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok.
Korban tak menyadari jika motornya telah diincar maling. Saat itu, kondisi warung tidak terlalu ramai. Korban baru mengetahui motornya raib ketika mengeceknya ke depan.
“Lepas menanak nasi, saya cek motor tersebut ke depan. Tahunya sudah tidak ada,” katanya.
Aida menduga pelakunya merupakan pasutri yang sempat mampir ke warungnya, sekitar pukul 15.00. Mereka berpura-pura membeli dagangan Aida.
“Istrinya menunggu di depan dan suaminya memesan ayam geprek. Si suami ini tampak bingung mau pesan ayam apa. Dia juga sempat tanya, beli bensin eceran di dekat sini di mana? Bahkan, ada sebuah helm warna oranye yang mereka tinggalkan di warung saya,” kata Aida.
Ciri-ciri pelaku masih terekam jelas di benak Aida. Si istri berpostur kurus dan tampak hamil. Namun, wajahnya tidak jelas karena memakai masker.
“Suaminya pakai baju cokelat dan celana pendek. Postur tubuhnya pendek dan gemuk. Kulitnya berwarna hitam,” jelas Aida.
Anehnya, ketika telah dilayani, istrinya pulang terlebih dahulu. Menyetir motornya sendiri.
“Mungkin saat itulah suaminya mencuri motor saya. Kok tahu-tahu saya cek, sudah tidak ada,” katanya.
Mendapati motornya raib, Aida mengaku sempat menanyakan kepada sejumlah pedagang di sekitarnya. Namun, di antara mereka tidak ada yang mengetahui di mana motor bernopol N 6614 OQ itu.
“Kalau di warung tidak ada (CCTV), kalau di Bundaran Gladak Serang ada,” katanya.
Atas kejadian ini, Aida mengaku mengalami kerugian Rp 10,5 juta. Namun, korban memilih tak melaporkan raibnya motor yang dibeli tujuh bulan lalu itu ke kepolisian.
“Barangnya sudah hilang. Ya mungkin bukan rezeki saya. Semoga nanti diganti dengan yang lebih baik. Syukur-syukur bila ada yang menemukan dan bisa dikembalikan pada saya,” harapnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando