DRINGU, Radar Bromo - Banjir belum bisa lepas di musim hujan. Senin (18/3) malam lalu, banjir kembali terjadi di Dringu.
Kali ini banjir melanda Pondok Pesantren Zahrotul Islam di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Banjir bahkan menyebabkan plengsengan jebol.
Banjir disebabkan oleh hujan deras dan luapan Sungai Anfur Kresek pada Senin (18/3) malam.
Hujan deras mulai melanda sekitar Tegalrejo pukul 19.00 sampai pukul 21.00. Namun banjir mulai terjadi pukul 20.00.
Luapan air sungai yang berada di belakang pondok bahkan menyebabkan genangan setinggi dada orang dewasa di halaman pondok.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren Zahrotul Islam Abdul Qodir mengatakan, banjir yang terjadi di sekitar pondok pesantren berasal dari luapan sungai yang berada di belakang pondok dan dari perairan sawah yang berada di depan pesantren.
Sementara halaman ponpes letaknya berada di cekungan yang kondisinya lebih rendah.
Bahkan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di belakang pondok ambrol dihantam banjir.
TPT yang ambrol sepanjang sekitar delapan meter. Bahkan dinding anyaman bambu yang berada di atas TPT ikut terseret. Ada 5 dinding anyaman bambu yang berukuran sekitar dua meter.
“Ada satu kandang ayam juga yang terseret, tapi untung tidak sampai hilang,” katanya
Banjir membuat aktivitas santri berupa sekolah diniyah yang dijadwalkan setelah salat terawih, diliburkan.
Santri hanya diminta untuk menyelamatkan barang-barang dan mengungsi di area yang lebih aman.
Bagian pondok pesantren yang terendam banjir yaitu asrama putra, halaman pondok, dua kelas Madrasah Aliyah, dan halaman belakang pondok. Namun Selasa (19/3) sekitar pukul 01.00, genangan sudah mulai surut hingga 0,5 meter atau setinggi lutut orang dewasa.
Hingga sekitar pukul 04.00 genangan sudah benar-benar surut. Kemudian santri kerja bakti untuk membesihkan kotoran sisa-sisa banjir di area pondoknya.
Qodir mengatakan setiap tahun pondoknya terdampak banjir. Namun banjir Senin malam lalu, merupakan pertama kali di musim hujan kali ini.
Sedangkan banjir yang besar melanda di daerah tersebut sudah tiga kali, sebelumnya di tahun 2015 dan 2021.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, luapan air Sungai Anfur Kresek disebabkan oleh sampah yang menumpuk di Dam Darsi.
Hingga pada pukul 23.30, pihaknya membuka pintu air di Dam Darsi supaya aliran air bisa langsung terbuang ke laut.
“Tadi malam (Senin, red) kami buka pintu air di dam darsi, kemudian banjir sudah mulai surut,” katanya. (mg2/fun)
Editor : Jawanto Arifin