DRINGU, Radar Bromo - Sepekan pascabencana banjir di dua desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ekonomi warga atau korban belum pulih. Kondisi ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak untuk membantu
Senin (18/3), Juragan99 Foundation bersama Forum Silaturohim Jamaah Masjid (Forsijama) turun ke lokasi kejadian.
Mereka bagi-bagi takjil dan makan buka puasa kepada korban banjir. Ternyata, selain membutuhkan makanan dan minuman, korban banjir juga membutuhkan bantuan tenaga.
Seperti disampaikan Surti Kanti. Istri ketua RT 06 Kelurahan Kedungdalem ini mengatakan, bantuan makanan masih dibutuhkan warga korban banjir.
Apalagi makan untuk berbuka puasa. Sebab, tidak sedikit kompor korban banjir yang masih rusak dan belum diperbaiki.
Tetapi, bantuan paling yang dibutuhkan adalah tenaga. Karena masih banyak tumpukan tanah sisa banjir yang belum dibersihkan. Baik di jalan lingkungan maupun halaman rumah warga.
“Bantuan makanan minuman masih dibutuhkan. Apalagi dapur umum sudah tidak ada. Paling dibutuhkan lagi bantuan tenaga untuk bersihkan tanah sisa banjir ini,” ungkapnya.
Adjie Putra perwakilan Juragan99 Foundation mengatakan, kedatangannya bersama Forsijama untuk berbagi dengan korban banjir. Setidaknya, ada 200 kotak menu buka puasa yang dibagikan kepada warga.
“Semoga dapat bermanfaat untuk berbuka puasa bagi warga korban banjir,” katanya.
Anggota Forsijama Santoso mengatakan, pihaknya berupaya untuk turun membantu korban banjir. Sebelumnya, Forsijama sudah membagikan 300 kotak menu berbuka puasa.
Kini, bersama Juragan99 Foundation, kembali turun. Karena warga yang menjadi korban banjir masih butuh bantuan.
“Kita melihat banyak rumah warga yang rusak dan perabot dapur rusak. Tentu bantuan makanan menu buka puasa diharapkan dapat meringankan beban mereka,” katanya. (mas/rud)
Editor : Jawanto Arifin