Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Karyawan Eratex Probolinggo Korban Begal, Sempat Tak Bisa Bergerak, Begini Kondisinya Kini

Ronald Fernando • Senin, 4 Maret 2024 | 13:53 WIB
MASIH SAKIT: Siti Sulaiha beristirahat di rumahnya untuk memulihkan kesehatannya setelah menjadi korban begal, Jumat (1/3).
MASIH SAKIT: Siti Sulaiha beristirahat di rumahnya untuk memulihkan kesehatannya setelah menjadi korban begal, Jumat (1/3).

TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Seorang karyawan PT Eratex Djaja Probolinggo, koban begal, Siti Sulaeha, 33, belum bisa beraktivitas seperti biasa. Warga Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ini masih harus menahan sakit ketika bergerak.

Pembegalan yang dialaminya ketika berangkat kerja, Jumat (1/3), membuatnya harus beristirahat dari kegiatan sehari-hari. Bahkan, selama dua hari pasacapembegalan, Siti hanya bisa berbaring. Syukur, kemarin (3/3), sudah mendingan. Ia sudah mulai bisa duduk dan berdiri.

Siti bekerja di PT Eratex Djaja sejak lima bulan lalu. Sebelum kejadian, korban sempat libur kerja karena sakit lambung. Ia harus beristirahat selama empat hari sejak Senin (26/2). Karena sudah merasa sembuh, Jumat (1/3), Siti hendak kembali masuk kerja.

 

 

Saban hari ketika hendak bekerja, biasanya diantarkan oleh suaminya. Namun, kala itu suaminya berhalangan, sehingga korban memberanikan diri berangkat seorang diri. Mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Ia menerobos hujan dan gelapnya jalanan, meski masih sore, jalan gelap karena mati lampu. Nahas, ketika sampai di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, dua begal menyerangnya. Motornya ditendang oleh salah satu pelaku hingga korban terjatuh.

Syukur kala itu ada warga sekitar yang mengetahui kejadian ini. Warga ini berusaha menolong korban. Dua begal yang juga menggunakan motor itu kabur. Siti ditolong warga, dilarikan ke Puskemas Jorongan.

 

 

Ternyata, korban mengalami cedera di bagian pinggang yang menyebabkan tidak bisa duduk terlalu lama. Karyawan yang bertugas di bagian menjahit ini pun harus kembali beristirahat.

Medapati kejadian ini, Siti dan keluarganya merasa heran. Karena sudah dua kali sasarannya selalu karyawan PT Eratex Djaja. Jumat (23/2) malam, Latifah Mutiara Putri, 24, seorang satpam di pabrik gamen itu jadi korban begal. Jumat (1/3) sore, giliran Siti.

“Yang saya heran kenapa yang menjadi incaran karyawan Eratex? Itu membuat kami bertanya-tanya,” ujar Siti.

Ibu dua anak ini mengaku akan makin waspada. Serta, tidak akan lagi berangkat seorang diri. Melainkan minta diantarkan kepada suaminya, seperti sedia kala.

Soal pelaku, korban mengaku belum bisa mengingat ciri-cirinya. Termasuk motor yang dipakai begal waktu itu.

“Karena saat itu saya tidak terlalu fokus untuk mencari informasi tersebut. Ditambah lagi cuaca saat itu hujan dan padam,” katanya.

 

 

Ia mengaku masih ingat ketika motornya ditendang pelaku. Ketika terjatuh, korban tidak bisa banyak bergerak. Hanya bisa terbaring selama dua hari. Syukur ketika diperiksa tidak mengalami cedera berat. Hanya tidak bisa beraktivitas normal. Minggu (3/3), kesehatannya sudah membaik, tapi tidak bisa duduk terlalu lama.

“Untuk masuk kerja, saya lebih baik menunggu enaknya pinggang. Soalnya kerja saya di Eratex sebagai penjahit,” katanya. Ia berharap, ke depan semakin aman dan tak ada aksi begal lagi.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota. Sejak mendapatkan laporan dari korban, kepolisian langsung menyelidikinya. Namun, terkait perkembangannya, Minggu (3/3), Kapolsek Wonoasih Kompol Sumardjo belum bisa memberi penjelasan. Ia mengaku masih berada di luar kota. (mg2/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kriminal #korban #kepolisian #begal