Masukan dari masyarakat dan pemetaan kebutuhan infrastruktur menjadi dasar pembangunan Pemerintah Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Tahun ini, prioritasnya merampungkan pusat kegiatan masyarakat dan penguatan sektor pertanian.
BALAI Kemasyarakatan Desa Racek di RT 8/RW 2, Dusun Bukoan, sudah berdiri. Namun, sejauh ini belum rampung dan masih terus digarap. Pemerintah Desa Racek berencana melanjutkan pembangunannya tahun ini.
Balai kemasyarakatan ini dibangun sejak 2023. Karena keterbatasan anggaran, pembangunan hanya mencapai 50 persen.
“Kami bangun secara bertahap menyesuaikan anggaran. Jadi, progresnya baru mencapai separo pengerjaan,” ujar Bendahara Desa Racek Supardi.
Bangunan berukuran 9 x 9 meter ini sudah berdiri. Tahun ini memasuki tahap finishing. Mulai dari memasang keramik lantai, penyempurnaan bagian interior, dan pengecatan.
Sesuai namanya, balai ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Baik kegiatan rutinan keagamaan, musyawarah, sosialisasi, atau kegiatan lain yang mengumpulkan banyak orang.
“Kami targetkan paling lama akhir tahun sudah selesai. Mudah-mudahan tidak ada perubahan, sehingga bisa segera bisa difungsikan,” harapnya.
Di samping itu, pemerintah desa tak melupakan program ketahanan pangan. Tahun ini direalisasikan dengan melakukan pengadaan bibit jagung dan pohon alpukat.
Semuanya akan diberikan kepada kelompok tani untuk ditanam di kebun masing-masing.
Supardi mengatakan, program ketahanan pangan ini sesuai dengan kondisi geografis dan budaya tanam masyarakat desa.
Semuanya bisa langsung ditanam tanpa perlu ada sosialisasi cara penanaman dari pihak terkait.
“Kalau bibit jagung ini merupakan program ketahanan pangan berkelanjutan. Tahun 2023 lalu kami sudah menyalurkan 1.200 kilogram bibit kepada kelompok tani. Hasilnya juga bisa dirasakan, khususnya dalam hal peningkatan stok pangan,” jelasnya. (ar/rud)
Pasokan Air Lahan Pertanian Makin Lancar
PROGRAM ketahanan pangan tidak akan terealisasi dengan baik tanpa sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung usaha tani.
Karena itu, Pemerintah Desa Racek juga membangun infrastruktur pendukung sektor pertanian. Salah satunya irigasi.
Bendahara Desa Racek Supardi mengatakan, pihaknya telah merealisasikan pembangunan irigasi sepanjang 212 meter di RT 12/RW 3, Dusun Racek Timur.
Saluran ini dapat memenuhi kebutuhan air lahan pertanian seluas 58 hektare. Adanya irigasi ini sangat memengaruhi produktivitas pertanian.
“Sudah kami lakukan menggunakan anggaran tahun lalu. Saat ini kebutuhan irigasinya sudah terpenuhi. Kualitas dan kuantitas hasil tani juga dipengaruhi pasokan air menuju lahan,” katanya.
Irigasi ini sebelumnya hanya berupa saluran tanah. Saat debit air meningkat, terutama ketika musim hujan, saluran ini sering bocor.
Karena itu, air tak sampai ke hilir. Bahkan, harus menunggu dua pekan karena diberlakukan sistem buka tutup irigasi.
“Irigasi sudah dibangun. Air menuju sawah lebih merata. Saat ini sudah tidak perlu menunggu waktu lama,” tuturnya.
Tahun ini, pemerintah desa berencana nengaspal jalan usaha tani sepanjang 485 meter di RT 5/RW 2, Dusun Klowangan. Jalan ini merupakan akses menuju 15 hektare lahan pertanian. Serta, menjadi jalan menuju Dusun Racek Barat.
“Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika pengaspalan jalan di Dusun Klowangan, terealisasi. Jalan cukup panjang, melintasi pemukiman dan lahan pertanian milik warga,” jelas Supardi.
RENCANA PEMBANGUNAN DESA RACEK TAHUN 2024
- Merealisasikan program ketahanan pangan melalui pengadaan bibit jagung dan pohon alpukat.
- Mengaspal jalan usaha tani sepanjang 485 meter di RT 5/RW 2, Dusun Klowangan.
- Mengaspal jalan sepanjang 335 meter di RT 12/RW 3, Dusun Racek Timur.
(ar/rud)
Editor : Abdul Wahid