TONGAS, Radar Bromo- Sisa-sisa material banjir berupa lumpur di sekitar permukiman warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, masih terlihat jelas Minggu (28/1). Sejumlah warga terlihat bergotong royong membersihkannya.
Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo juga menurunkan tim bersama sejumlah alat berat untuk membersihkan material banjir. Tim Damkar Satpol PP Kabupaten Probolinggo juga turun membawa armada mobil pemadam untuk membersihkan lumpur.
Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehudin mengatakan, pihaknya turut membantu membersihkan sejumlah tumpukan lumpur setebal kurang lebih 50 sentimeter di jalan menuju permukiman warga.
“Penyemprotan menggunakan fire truck berkapasitas 3.500 liter dan habis 7 tangki. Kami butuh waktu sekitar 5 jam untuk membersihkannya,” katanya.
BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Provinsi Jatim, Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sempat menengok bagian hilir Kali Laweyan, tepat di dekat muara. Mereka didampingi Pemerintah Desa Tambakrejo.
Dari hasil pemantauan itu, diketahui jika di hilir Kali Laweyan tersumbat sejumlah ranting dan material bawaan banjir. Karena itu, air tak mengalir hingga ke muara. Malah berbalik arah ke permukiman dan menyebabkan banjir.
“Nanti kami akan bersinergi dengan OPD (organisas perangkat daerah) terkait untuk dapat melakukan normalisasi sungai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen Dinas PU SDA Provinsi Jatim Anton Dharma mengatakan, material yang menyumbat bagian hilir Kali Laweyan akan dibersihkan menggunakan excavator long arm dari BBWS Brantas.
Baca Juga: Dusun Jetis Terdampak Banjir Bandang Paling Parah, Ini Faktanya
“Saat ini alatnya sudah berangkat. Kemungkinan nanti malam sudah sampai di titik lokasi, sehingga bisa mulai bekerja esok pagi, Senin (29/1),” katanya, Minggu (28/1).
Penggunaan excavator long arm dimaksudkan untuk dapat mengangkat material bawaan banjir, seperti sampah hingga batang-batang pohon. Dengan lengannya yang panjang, diharapkan dapat menjangkau bagian-bagian sungai dengan lebih jauh, sehingga proses normalisasi berjalan lebih cepat. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando