Hujan turun sejak sekitar pukul 14.30. Tak hanya di wilayah Tongas, hujan juga melanda dataran tinggi. Arus air di Kali Laweyan, meningkat. Ditambah kala itu air laut sedang pasang. Tak ayal, air meluap ke permukiman.
Ada tiga dusun di Desa Tambakrejo, yang terdampak banjir. Yakni, di RT 05 dan RT 06/RW 2 Dusun Wringinan; RT 07, RT 08, RT 09, RT 10, RT 11/RW 03 Dusun Krajan, serta RT 12 dan RT 13/RW 04 di Dusun Prapatan. Syukur tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Paling parah terdampak adalah Dusun Prapatan. Sebab, paling dekat dengan muara dan lokasinya yang paling rendah dari ketiga dusun. Ada penyumbatan juga di bagian hilir, sehingga air kembali ke permukiman,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Dari data BPBD, warga terdampak banjir mencapai ratusan kepala keluarga (KK). Terbanyak di Dusun Krajan, mencapai 400 KK; di Dusun Prapatan ada 150 KK; dan di Dusun Wringinan 50 KK. Dari segi jumlah KK paling banyak memang di Dusun Krajan, namun dampak terparah banyak di Dusun Prapatan.
Ketinggian air di rumah-rumah warga beragam. Mulai hanya semata kaki orang dewasa sampai setinggi setengah meter. Syukur, kemarin sudah surut.
Kepala Dusun Wringinan, Budi, 40 mengatakan, hujan terjadi di daerah hulu bagian selatan atau daerah atas. Air lantas mengalir ke hilir dan meluap ke permukiman.
“Di Desa Tambakrejo, mulai banjir sekitar pukul 18.00, Sabtu (27/1). Air meluap karena saat itu kondisi air laut juga sedang pasang,” katanya.
Warga yang terdampak banjir cukup banyak. Menurut Kepala Desa Tambakrejo Arifin mencapai ratusan KK. Menurutnya, banjir ini merupakan banjir kiriman dari wilayah Kecamatan Lumbang.
“Dulu di sini 9 kali (kebanjiran) pada 2021,” ujarnya.
Usai dilanda banjir, warga berusaha membersihkan rumahnya. Bahkan, Minggu (28/1), sejumlah warga masih terlihat bersih-bersih. Termasuk membersihkan jalan dan sisa lumpur di sekitar rumahnya. (gus/rud)
DAMPAK BANJIR DESA TAMBAKREJO
400 KK
Dusun Krajan
150 KK
Dusun Prapatan
50 KK
Dusun Wringinan
Editor : Ronald Fernando