MAYANGAN, Radar Bromo - Kaum remaja, utamanya generasi Z dan Alpha merupakan generasi emas bagi bangsa Indonesia.
Dihitung dari tahun lahirnya, saat ini generasi-generasi tersebut telah memasuki masa remaja. Masa mereka mulai mengenal cinta.
Founder Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua (GABO) Indonesia Ustad Marenda Darwis mengatakan, memang seluruh manusia pasti akan mengenal mencintai dan dicintai. Bahkan, manusia sekejam Firaun, takluk saat berhadapan dengan cinta.
“Seorang Firaun yang memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki, malah mengasuh seorang bayi laki-laki yang ditemukan di sungai hanya karena permintaan istrinya. Itulah tanda cinta,” katanya.
Cinta bukan sekadar perasaan. Tapi, juga komitmen yang mengarah pada kebahagiaan dan berkah.
Karena itu, rasa cinta harus diarahkan. Untuk menciptakan sebenar-benarnya jatuh cinta, bukan jatuh nafsu.
“Kalau tidak ditempatkan dengan benar, cinta bisa merusak yang lain-lain,” katanya.
Karena itu, penting adanya pemahaman bagi para remaja tentang cinta. Peran orang tua dalam mengarahkan cinta putra-putrinya tak kalah penting.
Ustad Marenda meminta para orang tua lebih peka terhadap perubahan sikap para remaja.
“Didiklah anak-anak kita menggunakan cara-cara yang sesuai zaman mereka. Dekati dengan hal-hal yang mereka sukai dan kenal,” ujarnya dalam kajian bersama IKADI di Masjid An-Nur, Kota Probolinggo, Minggu (24/2).
Bagi para remaja, Ustad Marenda berpesan agar menabung cinta untuk masa depan. “Sebab, tak mungkin menikah di usia saat ini. Maka tabunglah dulu, bersabar dulu, pelihara, dan pupuk cinta itu. Sama seperti mangga. Bila dipetik dalam kondisi matang, maka rasanya akan lebih manis ketimbang dipetik saat masih muda,” katanya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando