Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha menggali potensi desanya. Terutama yang bisa menyumbang pendapatan asli desa (PAD). Salah satunya yang direncanakan mengelola sampah organik melalui BUMDes.
SELAMA INI, setiap tahun PAD Pemerintah Desa Banjarsari mencapai Rp 5 juta. Pendapatan ini dinilai masih minim. Karena itu, pemerintah desa terus berusaha menggali sumber PAD-nya.
Kepala Desa Banjarsari Abdul Wakhid mengaku berniat menambah PAD. Karena sejauh ini nilai PAD masih tergolong minim. Tahun depan salah satu yang ingin dimaksimalan adalah pengelolaan sampah organik.
Selama ini pengelolaan sampah di Desa Banjarsari dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo. Pemerintah desa berencana mengelola sampah organik. Bakal dikelola dan diolah menjadi pupuk dan maggot.
Pengelolanya akan dipercayakan kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pupuk dan maggot akan dijual kepada warga dengan harga yang terjangkau. Hasil penjualannya bisa masuk PAD untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
“BUMDES juga belum berjalan. Jika disetujui, tentu kami akan langsung membangun BUMDes yang akan mengelola usaha pupuk,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga berencana memanfaatkan lahan aset desa di Dusun Blobo RT 27/RW 5. Lahan seluas 4.000 meter persegi ini kini sebagian digunakan untuk lahan pertanian.
Lahan ini akan dijadikan sebagai jalan dan tempat parkir. Tujuannya, memudahkan petani saat masa panen. Selama ini hanya jalan ada setapak yang bisa dilalui roda dua. “Rencananya tahun depan bisa kami realisasikan. Agar bisa mendukung program ketahanan pangan,” ujar Abdul Wakhid. (riz/rud/*)
Prioritaskan Program Ketahanan Pangan
SEJUMLAH petani di Desa Banjarsari tidak perlu risau lagi karena harus mengeluarkan biaya besar saat panen. Pemdes Banjarsari telah membangun jalan menuju lokasi pertanian. Jalan ini bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Program ketahanan pangan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Banjarsari. Untuk menyukseskannya, salah satunya dengan membangun jalan menuju lokasi pertanian. Tahun ini jalan yang dibangun berada di Dusun Brak Blok Jadika RT 5/RW 1.
Pembangunan jalan sepanjang 200 meter ini rampung dibangun pada Agustus lalu. Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, kini telah dirapat beton. Bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Sebelumnya, ketika masa panen, petani harus mengeluarkan biaya yang tidak murah. Mereka harus memberi honor pekerja yang mengangkut hasil panennya. Hasil panen ini dibawa dengan motor sebelum akhirnya diangkut dengan mobil.
“Jarak lokasi sawah terjauh dengan kendaraan roda empat ini sekitar 500 meter. Kalau sekarang roda empat bisa masuk, jadi lebih efisien,” ujar Kepala Desa Banjarsari Abdul Wakhid.
Setelah kini bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat, petani jelas lebih dimudahkan. Saat masa panen bisa menghemat biaya hingga Rp 300 ribu.
Menurutnya, banyak petani yang terbantu dengan akses pertanian ini. “Di blok ini ada sekitar 15 hektare lahan pertanian yang harus melewati jalan pertanian tersebut,” kata Abdul Wakhid.
APBDES PEMERINTAH BANJARSARI TAHUN ANGGARAN 2023
Pendapatan
Pendapatan asli desa Rp 5.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.611.072.897,00
Pendapatan lain-lain Rp 1.243.451,40
Jumlah Rp 1.617.316.348,40
Belanja
Belanja pegawai Rp 345.027.120,00
Belanja barang dan jasa Rp 525.498.218,40
Belanja modal Rp 449.905.260,00
Belanja tidak terduga Rp 296.885.750,00
Jumlah Rp 1.617.316.348,40
Sisa lebih pembiayaan anggaran 0,00
(riz/rud/*)
Editor : Ronald Fernando