MAYANGAN, Radar Bromo- Pedagang dan pengunjung Pasar Ikan Mayangan sudah lama dibuat tak nyaman. Sebabnya, kebersihan di pasar ini kurang terjaga. Pasar kerap becek dan kotor yang diakibatkan selokan mampet.
Di dalam pasar ini memang ada selokan kecil di sejumlah ruas bedak. Selokan ini mengarah ke sungai yang lebih besar di sisi luar pasar. Tepatnya di sisi sebelah timur, barat, selatan, dan utara.
Namun selokan yang semestinya mengalirkan air dari dalam pasar ke sungai di sisi-sisi luar pasar, tampak terhambat oleh banyaknya sampah dan pasir yang masuk dan tertimbun di dalam selokan tersebut. Ini membuat selokan mengami pendangkalan dan akhirnya air meluap ke lantai-lantai pasar.
Salah satu penjual ikan, Mohammad Adzan, 49 mengatakan bahwa kondisi seperti ini sudah berjalan cukup lama. “Dulu 2022 sempat ada perbaikan grid (tutup selokan, red). Tapi sekarang sudah rusak lagi. Ambles. Sehingga sampah-sampah masuk ke selokan. Beberapa kami upayakan tutup kembali dengan kayu. Selokannya juga sudah sering kami bersihkan, tapi masih seperti itu,” kata pria yang berdomisili di Kelurahan Mayangan ini
Adzan juga bilang bahwa selokan di dalam pasar tak langsung tembus ke sungai di luar pasar. “Berkelok-kelok dan hanya tembus ke bagian utara dan selatan saja. Sehingga alirannya tidak lancar. Mungkin kalau langsung ditembuskan ke bagian barat dan timur juga, alirannya makin lancar,” tuturnya.
Kata Adzan, elevasi lantai bagian dalam Pasar Ikan Mayangan akan lebih baik bila dibuat miring ke luar saja. “Ini miringnya malah ke arah bedak-bedak. Harusnya miring ke luar. Jadi airnya langsung meluncur ke sungai di luar,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan Rohani, 42. Pria yang juga pedagang ini mengatakan bahwa keran air di bedaknya bermasalah. “Sudah setahun lebih airnya tidak nyala. Khusus untuk bedak-bedak di bagian barat saja. Kalau yang bagian timur, nyala. Sehingga kalau butuh air bersih, ya harus ambil ke timur. Jauh dan berat juga. Makanya bedak-bedaknya kotor karena memang jarang dibersihkan. Tidak ada air,” kata perempuan yang berdomisili di Kelurahan Mayangan ini.
Rohani mengatakan, pendeteksian kran yang bermasalah menjadi sulit. Ini karena posisi pipa yang berada di dalam kursi bedak yang terbuat dari cor beton. “Karena posisinya di dalam. Jadi tidak tahu yang mana yang rusak,” katanya.
Kepala UPT Pengembangan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan (PMPHP) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Warsidi, 43 mengatakan, kondisi pasar yang becek disebabkan oleh desain selokan yang bermasalah. “Harusnya bisa tembus ke sungai yang lebih besar. Tapi desainnya malah ditampung terlebih dahulu di pojok, baru diteruskan ke sungai. Seharusnya dari tiap selokan kecil di dalam, ada saluran lagi yang langsung mengarah ke sungai yang lebih besar di tiap sisi pasar,” katanya.
Warsidi menambahkan, pihaknya telah berupaya membersihkan selokan tersebut tiap hari. “Sebab ikan itu kan terkadang masih kotor, ada pasirnya. Ketika itu dibersihkan, otomatis pasirnya juga ikut bersama air ke dalam selokan. Sehingga terjadi pendangkalan. Tiap hari kami bersihkan sekitar pukul 12.00 saat pasar sudah bubar. Tapi karena personel kami hanya ada empat orang, kinerja kami terbatas,” tambahnya.
Warsidi tak menampik adanya kendala pada keran air bersih. “Karena salurannya ditanam, kami sulit mendeteksi bagian mana yang bermasalah. Perbaikan pun nantinya perlu pembongkaran. Sementara untuk membongkar itu pastinya membutuhkan biaya. Bila ada perbaikan, mungkin akan lebih baik bila saluran itu di luar saja (bukan ditanam). Sehingga bila ada masalah bisa terlihat dan kami cepat untuk menanganinya,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Aries Santoso memberikan tanggapannya. “Untuk permasalahan ini telah kami catat dan telah kami ajukan. Insyaa Allah nanti bila ada ketersediaan anggaran, hal tersebut bisa ditindaklanjuti. Mudah-mudahan bisa tercover di 2024. Semisal hal ini nanti terealisasi nantinya. Otomatis para pedagang sementara waktu tidak bisa menempati bedaknya. Sebab dibongkar,” katanya.
Aries menyebutkan, pihaknya akan mengusulkan perbaikan Pasar Ikan Mayangan dalam R-APBD 2024. “Terkait nominalnya belum bisa ditentukan. Sebab kami harus melakukan pengecekan terlebih dahulu mana-mana yang musti diperbaiki. Namun sementara ini kami upayakan melalui UPT yang ada sudah dibuat rutinitas bersih-bersih,” tambahnya.
Tapi, kata Aries, yang terpenting, pihaknya membutuhkan support para pelaku usaha di dalam pasar ikan. “Sebab sebagian juga pengaruh dari perilaku. Terkadang saat petugas kami melakukan kerja bakti disana menemukan bungkusan ikan. Jadi kami mohon kerjasamanya agar lebih menjaga kebersihan,” tambah Aries. (mg/fun)
Editor : Ronald Fernando