LUMBANG, Radar Bromo - Warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo berduka. Kepala Desa atau Kades Boto Budi Santoso meninggal usai alami kecelakaan maut di jalan raya Lumbang.
Kepergiaan korban meninggalkan duka bagi masyarakat, keluarga, dan teman-temannya. Apalagi, korban selama ini dikenal sebagai kades yang baik dan selalu memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Sebelum menjadi kades, Budi dikenal sebagai sopir jip Gunung Bromo. Budi maju dalam pemilihan kades (pilkades) pada 2019. Saat itu, ia berhasil mengungguli petahana, Marsud dan berhak menjabat sampai tahun 2025.
“Kami senang dipimpin oleh beliau selama hampir empat tahun. Beliau masih muda, rendah hati, dan selalu semangat mengajak warga desa maju,” ucap Suwarno, seorang warga Desa Boto.
Diketahui, mobil yang dialami sang kades hilang kendali saat melaju di jalan raya Lumbang. Saat itu, korban naik mobil Daihatsu Ayla hitam L 1870 MQ bersama Abdul Muksin, 38. Muksin mengemudi, sementara korban duduk di sampingnya. Mereka hendak pulang setelah patroli.
Mobil melaju dari selatan ke utara di Jalan Raya Lumbang, Kecamatan Lumbang. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba mobil hilang kendali. Berbelok ke kanan, kemudian menabrak pagar tembok rumah warga yang terletak di timur jalan.
Setelah menabrak pagar, mobil tetap melaju ke utara sejauh 200 meter. Mobil kemudian terbanting dan berhenti di atas selokan dengan bodi depan menghadap selatan.
Korban langsung meninggal di lokasi kejadian. Dia mengalami pendarahan di hidung dan kepala. Sementara, Muksin patah tulang tangan kiri. Dia memilih pengobatan alternatif di sangkal putung.
“Satu penumpang meninggal dunia di lokasi. Sementara pengemudinya patah tulang. Pengemudinya memilih pengobatan alternatif,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama.
“Diduga penyebab kecelakaan karena pengemudi kurang konsentrasi, sehingga hilang kendali. Apa penyebabnya karena kelelahan atau mengantuk, masih kami dalami,” imbuh Adit. (riz/hn)
Editor : Jawanto Arifin