MAYANGAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo memiliki dua kolam renang yang menjadi destinasi wisata dan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Sayangnya, kondisi kedua kolam ini sepi. Bahkan, PAD yang terealisasi baru sekitar 10-20 persen dari target.
Dua kolam renang itu di bawah pengelolaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo. Yaitu, Kolam Renang TRA di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangunharjo, Mayangan. Dan satu lagi, kolam renang Olympic di GOR Mastrip, Jalan Raya Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kolam renang TRA dalam APBD 2023 ditargetkan menyumbang PAD sekitar Rp 346 juta. Namun, hingga akhir Juli 2023, realisasinya baru tercapai Rp 35 juta atau sekitar 10 persen.
Sedangkan kolam renang Olympic di GOR Mastrip ditargetkan menyumbang PAD sekitar Rp 265 juta dalam APBD 2023. Dan hingga akhir Juli, terealisasi sekitar Rp 58 juta atau 22 persen.
Kepala Dispopar Kota Probolinggo Rachma Deta Antariksa mengatakan, rendahnya realisasi PAD untuk dua kolam renang itu terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, karena kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19 belum pulih. Juga karena ada tempat pemandian (kolam) swasta yang lebih diminati masyarakat.
”Kondisi ekonomi pascapandemi belum sepenuhnya pulih. Masyarakat juga lebih banyak mencari hiburan di tempat lain. Ada tempat pemandian baru milik swasta yang lebih diminati pengunjung. Karena lengkap dengan sejumlah wahana permainannya,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Mokhammad Jalal mengatakan, destinasi wisata kolam renang di Kota Probolinggo perlu didorong terus agar kembali ramai.
Jika memang perlu ditambah wahana permainan atau fasilitas yang lain, harus segera direncanakan. Supaya, masyarakat tetap senang berkunjung ke kolam renang tersebut.
”Semoga pascapandemi, kondisi ekonomi masyarakat cepat pulih. Di sisi lain, perlu ditambah fasilitas atau wahana untuk menjadi daya tarik masyarakat berkunjung,” katanya. (mas/hn)
Editor : Jawanto Arifin