Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sampah Pulau Gili Ketapang Masih Numpuk, Ancam Sektor Wisata

Arif Mashudi • Kamis, 17 Agustus 2023 | 20:15 WIB
BERSIH-BERSIH: Sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota bersama pihak terkait bersih-bersih sampah di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Rabu (16/8).
BERSIH-BERSIH: Sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota bersama pihak terkait bersih-bersih sampah di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Rabu (16/8).

SUMBERASIH, Radar Bromo - Persoalan sampah di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Proboilnggo, tak kunjung tuntas. Kondisi ini dinilai mengancam destinasi wisata di Pulau Gili Ketapang, yang terus berkembang.

Persoalan ini menjadi perhatian serius banyak pihak. Termasuk dari Polres Probolinggo Kota. Rabu (16/8), dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-78 RI, Polres Probolinggo Kota, menggelar bersih-bersih sampah di Pulau Gili Ketapang.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani mengatakan, Pulau Gili Ketapang selama ini turut menghiasi daftar destinasi wisata pantai di wilayah Jawa Timur.

Namun, banyaknya sampah dapat merusak potensi destinasi wisata ini. Karena itu, pihaknya bersama pihak terkait, melakukan bersih-bersih sampah sekaligus memberikan solusi pengolahannya.

“Sampah-sampah itu tidak hanya dari rumah tangga atau penduduk yang terdiri dari 13.000 jiwa. Tetapi, juga dari para pengunjung wisata pantai dan nelayan yang terbawa oleh air laut dan menyangkut di sepanjang pantai. Jika dibiarkan, bisa menjadi tumpukan sampah dan jadi persoalan besar,” katanya.

Sejauh ini, kata Wadi, belum ada pengelolaan sampah yang mengacu pada pembangunan eco green. Maslaah ini dapat menimbulkan kerusakan ekosistem laut.

Serta, juga bisa saja menjadi salah satu penyebab tingginya angka penyakit difteri yang menyerang masyarakat, terutama anak-anak di Desa Gili Ketapang.

“Karena itu, Polres Probolinggo Kota, bersama instansi terkait dan warga, melaksanakan kegiatan dari sampah menjadi berkah ini,” ujarnya.

Wadi mengatakan, yang terpenting penanganan sampah adalah upaya solutif dalam pengelolaan sampah berbasis eco green. Sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, perlu dilakukan pengumpulan sampah serta penyortiran sampah organik dan nonorganik.

Pengelolaan sampah organik dapat dikembangkan menjadi pupuk maupun kembang biak maggot. Sedangkan, pengelolaan sampah anorganik melalui proses daur ulang dan dapat dijual.

Untuk merealisasikannya, Wadi mendorong agar bisa terbentuk tim khusus dari masyarakat Desa Gili Ketapang, yang mengelola sampah.

Mulai pengumpul, penyortir, dan pengolah sampah serta pengirim dengan bekerja sama antartim pengolah sampah Kabupaten Probolinggo melalui bank sampah.

“Kami berharap kesadaran dan peran serata masyarakat terhadap pentingnya kebersihan. Jika lingkungan warga, pantai, dan laut bersih, maka warga juga mendapatkan keuntungan dari kebersihan lingkungan tersebut,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas LIngkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, persoalan sampah, sesuai undang-undang dan peraturan daerah (perda), tidak melulu menjadi tanggung jawab DLH. Tetapi, setiap orang berkewajiban mengelola sampah.

Karena itu, memang dibutuhkan gotong-royong untuk mengelola dan penanganan sampah. “Seperti membuatkan tempat untuk penanganan sampah dan kerja sama dengan DLH,” ujarnya.

Dwijoko menambahkan, kegiatan Polres Probolinggo Kota, perlu diapresiasi. Karena, memang lebih baik jika sampah di Pulau Gili Ketapang, habis di situ. Yaitu, dengan dipilah lebih dulu dan sampah yang sudah dipilah dikelola.

“Rencana kami mau mengunjungi Gili Ketapang dan sosialisasi perundang-undang dan perda tahun 2012 tentang Sampah. Supaya sampah di sana dapat tertangani oleh masyarakat setempat,” harapnya. (mas/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#gili ketapang #sampah probolinggo