MAYANGAN, Radar Bromo - Di akhir masa jabatannya, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin rupanya ingin mempercantik wajah kota.
Untuk merealisasikannya, Pemkot Probolinggo melalui Dinas PUPR-PKP pun mengajukan anggaran sekitar Rp 2 miliar melalui Perubahan APBD 2023 untuk merehab lima ikon Kota Probolinggo.
Usulan anggaran rehab lima ikon kota itu tersampaikan saat pembahasan bersama Banggar DPRD Kota Probolinggo.
Lima ikon yang akan direhab antara lain, Tugu Kota Probolinggo di pertigaan Rumah Makan Sumber Hidup; menara air di perempatan Randu Pangger; tugu Loji di pertigaan Jalan Pahlawan. Lalu Monumen Kemerdekaan di alun-alun dan terakhir, akan dibuat ikon kota di perempatan King, Jalan Panglima Sudirman.
”Kami usulkan melalui Perubahan-APBD 2023 untuk merehab lima ikon kota. Sebab selama ini, ikon kota belum tersentuh pemeliharaan ataupun rehab,” kata Setiorini Sayekti, kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo.
Menurutnya, rehab lima ikon kota itu sangat dibutuhkan untuk membuat perwajahan kota makin menarik.
Sama seperti daerah-daerah lain yang sudah menampilkan ikon kota dengan perwajahan menarik.
Sehingga, dapat menarik pengunjung luar daerah untuk datang atau mampir ke Kota Probolinggo. Dan pada akhirnya, kunjungan itu akan berdampak pada perekonomian warga kota.
”Ini masih tahap usulan melalui Perubahan APBD 2023. Akhir tujuan rehab lima ikon kota juga untuk meningkatkan perekonomian di Kota Probolinggo,” ungkapnya.
Salah satu anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan menegaskan, rehab ikon kota memang dibutuhkan. Meskipun, usulan rehab ikon kota itu tergolong terlambat.
Harusnya, program itu diajukan pada awal masa jabatan Wali Kota. Sehingga, perwajahan kota mangga ini akan makin menarik.
”Pada prinsipnya kami mendukung rehab lima ikon Kota Probolinggo itu. Tetapi harus memperhatikan perencanaannya. Jangan sampai rehab lima ikon itu nantinya malah membebani tagihan PJU kota,” ungkapnya. (mas/hn)
Editor : Jawanto Arifin