Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Banyak Jalan Gelap di Kota Probolinggo, Dishub: Butuh 100 PJU Lagi

Fahrizal Firmani • Senin, 14 Agustus 2023 | 15:45 WIB

 

GELAP SEBAGIAN: Jalan Ir Sutami di jalur lingkar selatan yang gelap karena minim penerangan. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
GELAP SEBAGIAN: Jalan Ir Sutami di jalur lingkar selatan yang gelap karena minim penerangan. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
 

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga Kota Probolinggo belum bisa merasakan penerangan jalan umum (PJU) secara merata saat malam hari. Sejumlah ruas jalan masih gelap akibat minim PJU.

Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Probolinggo misalnya, memiliki spot gelap yang cukup banyak. Membentang mulai dari Kelurahan Jrebeng Kidul, Pakistaji hingga Kedunggaleng di Kecamatan Wonoasih.

Spot paling gelap berada di tugu batas kota di Kelurahan Kedunggaleng sampai Jembatan Ir Sutami. Titik ini merupakan perbatasan dengan Desa Jorongan, Leces, Kabupaten Probolinggo.

Di sepanjang jalan ini, penerangan di jalan praktis hanya berasal dari rumah warga yang ada di pinggir-pingir jalan. Itu pun tidak seberapa. Sebab, posisi rumah warga tidak berada pas di tepi jalan besar. Jaraknya sekitar beberapa meter dari tepi jalan.

Tak hanya di lokasi ini. Jalan Brantas di Kecamatan Kademangan yang masuk kawasan industri juga minim penerangan. Meski tidak segelap JLS, kondisi ini membuat jalan cukup rawan karena dilewati kendaraan besar.

Penerangan minim juga terjadi di permukiman warga. Seperti di Jalan Rambutan, Kelurahan Jrebeng Kidul; Lingkungan Jati, Lingkungan Arum Jati, dan Lingkungan Jatian di Kelurahan/Kecamatan Wonoasih.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengakui banyaknya spot jalan yang gelap atau minim PJU di Kota Probolinggo. Utamanya di wilayah selatan. Padahal, keberadaan PJU sangat penting untuk keselamatan.

Semestinya, dalam perencanaan tata wilayah kota, kajian PJU juga dilakukan. Sehingga, pengembangan kawasan penduduk dan jalan bisa berbanding lurus dengan pembangunan PJU baru.

"Saat ini pengembangan Kota Probolinggo ke arah selatan. Seharusnya sebelum ada pengembangan ke sana, kajian PJU juga dilakukan," katanya.

Politisi Golkar ini menyebut, pihaknya akan terus mendorong agar pembangunan PJU dilakukan setiap tahun. Dan, dilaksanakan di lokasi yang memang membutuhkan.

"Tentu kami pasti dorong. Wilayah selatan yang gelap harus didahulukan. Karena bisa rawan kejahatan dan lalu lintas," tuturnya.

Kasi Perlengkapan Transportasi Elektrikal di Dishub Kota Probolinggo Ngatmito menyebut, penambahan PJU baru disesuaikan kemampuan anggaran. Untuk wilayah selatan tahun ini belum bisa dilakukan.

Tahun ini, pihaknya fokus membangun PJU di jalan tengah kota. Seperti di Jalan Mastrip, Jalan Mangga, Jalan Bengawan Solo, Jalan Tales, Jalan Sunan Ampel, Jalan Ciliwung, dan Jalan Jambu.

Untuk Jalan Brantas, menurutnya, sebenarnya PJU sudah cukup. Namun, pepohonan di Jalan Brantas terbilang rimbun. Sehingga, efek PJU tidak maksimal. Tapi, ia berjanji PJU akan ditambah, jika memang dibutuhkan.

"Nanti kami akan evaluasi. Memang masih hanyak PJU yang diperlukan. Lebih dari seratus titik," tutur Ngatmito. (riz/hn)

Editor : Ronald Fernando
#pju kota probolinggo