Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Hektare Lahan di Gunung Geni Tegalsiwalan Terbakar

Achmad Arianto • Kamis, 27 Juli 2023 | 18:30 WIB
BERKOBAR: Api membakar Gunung Geni di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo dan baru bisa dipadamkan 1,5 jam kemudian.
BERKOBAR: Api membakar Gunung Geni di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo dan baru bisa dipadamkan 1,5 jam kemudian.

TEGALSIWALAN, Radar Bromo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kabupaten Probolinggo. Selasa (25/7) malam, lahan Perhutani di petak 23B Gunung Geni, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, terbakar.

Total lahan yang terbakar di RPH Klenang, BKPH Probolinggo, KPH Probolinggo ini mencapai 3 hektare. Kebakaran ini awalnya diketahui warga setempat, pukul 18.30.

Awalnya terlihat titik api kecil. Namun, angin yang berembus cukup kencang. Di sisi lain, vegetasi Gunung Geni terdiri atas semak-semak, ilalang, dan rumput kering yang mudah terbakar. Sehingga, api merambat dengan cepat dan meluas.

“Titik api terlihat dari sisi barat bukit. Lalu api cepat meluas. Warga sekitar kemudian melaporkan kebakaran pada kami,” kata Agen PB Jatim Hayat.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan RPH Klenang sebagai pemangku hutan. Lantas mendatangi lokasi untuk asesmen, sekaligus memadamkan api. Sehingga, api tidak merambat ke titik lain yang berdekatan dengan permukiman penduduk.

Kepala RPH Klenang Kasan menjelaskan, sejumlah pihak ikut memadamkan api. Mulai petugas RPH, Agen PB Jatim, BPBD Kabupaten Probolinggo, perangkat desa, dan masyarakat desa setempat.

Namun, pemadaman api tidak mudah dilakukan. Sebab, kebakaran terjadi di bukit dan tidak tersedia air di sana. Karena itulah upaya pemadaman dilakukan secara manual.

Menggunakan ranting dan daun pohon, titik api dipukul-pukul hingga padam. Upaya itu dilakukan sepanjang titik rambatan api.

“Pemadaman api dilakukan dengan gebyok, sebab memang tidak ada air. Lokasi yang terbakar juga berupa perbukitan, sehingga harus mendaki. Karena itu, api baru bisa dipadamkan 1,5 jam. Dengan total lahan yang terbakar sekitar 3 hektare,” terangnya.

Menurut Kasan, kebakaran terjadi karena cuaca yang panas dan musim kemarau. Beberapa saksi yang dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui asal-usul api. Yang mereka tahu, tiba-tiba kondisi bukit terang karena api.

“Tidak ada pohon yang terbakar, hanya vegetasi bukit yang terbakar. Kerugian materiil hanya sedikit. Pemadaman perlu dilakukan karena khawatir merambat ke permukiman. Sehingga, perlu ditangani secepat mungkin,” tuturnya. (ar/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#kebakaran hutan #kebakaran probolinggo