Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Sapari mengatakan, Kamis (15/6) lalu, banyak pelanggar yang terjaring operasi. Para pelanggar rata-rata pengantar calon jamaah haji yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan.
“Penertiban pengantar jamaah haji, ada 8 kendaraan bermotor diamankan. Semua menggunakan knalpot brong dan portolan,” ujarnya, Sabtu (17/6).
Ia mengatakan, operasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Dengan demikian, dapat menekan angka pelanggaran yang dilakukan masyarakat.
Dalam jangka panjang juga akan memiliki dampak positif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Namun, hanya pelanggaran tertentu akan yang akan ditindak. Yakni, pelanggaran yang dirasa dapat membahayakan orang lain saat melintas di jalan raya.
“Motor yang tidak sesuai spesifikasi, seperti knalpot brong mengganggu masyarakat. Menyebabkan kebisingan. Tentu akan kami tindak. Begitu pula pelanggaran lalu lainnya," bebernya.
Sejauh ini, ada sejumlah pelanggaran yang menjadi atensi kepolisian. Di antaranya, pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, dan pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar (SNI).
Serta, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengendara dalam pengaruh alkohol, pengendara atau pengemudi melawan arus, serta pengendara atau pengemudi melebihi batas kecepatan.
“Kami gencarkan operasi kasat mata agar kesadaran lalu lintas masyarakat meningkat. Walaupun demikian, kami kedepankan edukasi. Kami harap pengendara mematuhi peraturan dalam berlalu lintas,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando