Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menerangkan, arca Ganesha yang hilang sudah diganti. Sehingga, warga Tengger bisa kembali berdoa di tempat arca itu dipasang.
“Pemasangannya dilakukan oleh beberapa anggota PHDI, termasuk dari Pasuruan,” terangnya.
Arca dengan berat sekitar 20 kg itu dibawa naik ke dekat kawah Bromo sekitar pukul 22.00. Ukuran dan bentuknya sama seperti arca yang hilang. Yakni, tinggi dan lebar 50 x 50 cm.
Setelah sampai di pinggir kawah, digelar pembacaan doa dan ritual sederhana. Arca lantas diletakkan di tempatnya selama ini. Dan sekitar pukul 02.00, aktivitas itu selesai.
Waktu pemasangan itu sendiri disesuaikan dengan petunjuk leluhur. Mulai pemilihan hari, hingga jamnya.
“Harinya dipilih sesuai dengan petunjuk dari leluhur. Termasuk, pemasangannya yang dilakukan di malam hari. Semoga dengan dipasangnya kembali arca itu, warga Tengger Bromo bisa lebih rukun, kompak, dan sejahtera,” terang Bambang ditemui di acara Mendak Tirta di Air Terjun Madakalipura, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jumat (2/6) siang.
Diketahui, arca Ganesha yang ada di bibir kawah Bromo itu dilaporkan hilang pada Rabu (17/7) pagi. Petugas Polsek Sukapura dan beberapa tokoh setempat langsung datang ke lokasi dan memastikan kabar itu. Ternyata memang benar arca itu tidak ada di lokasi semula.
Berdasarkan rekaman CCTV, pada Selasa (16/6) malam tampak enam sepeda motor naik pada pukul 18.30-20.00. Setelah itu, arca tersebut hilang.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Polres Probolinggo, arca itu diduga jatuh ke kawah. Hal ini dikuatkan dengan tali kuning pada arca yang ditemukan di bawah, dekat kawah. (rpd/hn) Editor : Ronald Fernando