Setiap ada upacara HUT RI pada 17 Agustus, kecamatan Lumbang selalu meminjam pakai lapangan milik Perhutani Probolinggo di Desa Lumbang. Sebab, pihak kecamatan tidak memiliki lapangan. Hal serupa dialami desa-desa lain di sekitar Lumbang.
Namun, tahun ini, kondisi tersebut tidak akan terjadi lagi. Sebab, Pemerintah Desa (Pemdes) Purut kini membangun lapangan di tanah bengkok milik desa. Pembangunannya sudah berjalan 40 persen. Sejauh ini, pembersihan lahan sudah selesai dilakukan. Ditargetkan Juli sudah rampung.
Kades Purut Umi Fitriyana mengungkapkan, lapangan ini berada di Dusun Krajan. Memiliki luas 150 x 80 meter. Pembangunannya atas rekomendasi dari pihak kecamatan. Sebab, seluruh desa harus menumpang ke tanah Perhutani saat upacara 17 Agustus. Atau saat ada kegiatan lainnya.
“Pemilihan lokasi di Desa Purut karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Kebetulan itu juga tanah kas desa. Kalau desa lain tidak punya tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan untuk ini,” ungkap Umi Fitriayana, sang kades.
Lapangan ini nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Seperti drainase, tembok penahan tanah (TPT), dan tiang bendera. Saat ini, di tanah tersebut sedang dibangun drainase.
Pihak kecamatan sudah meminta agar pembangunan lapangan ini bisa rampung pada Juli mendatang. Sehingga, bisa digunakan untuk latihan paskibra. Dan Agustus bisa menjadi tempat upacara.
“Tidak hanya itu, lapangan ini digunakan untuk sejumlah kegiatan desa. Mulai dari selamatan desa hingga perlombaan. Jadi memang pembangunannya sangat diperlukan,” terang Umi.
Selain itu, pemdes berencana melakukan pembangunan jalan makadam di Dusun Sulur dan Randu Gugut. Sebab, jalan ini masih berupa tanah dan becek. Untuk di Dusun Sulur sepanjang 200 meter, sementara Dusun Randu Gugut itu 300 meter.
“Fisik jalan dilakukan pada tahap dua. Jalan di Desa Purut yang bagus hanya 40 persen, 30 persen lagi masih makadam dan sisanya itu hancur. Sehingga, perlu penanganan bertahap,” terangnya.
Rutin Gelar Perlombaan-Selamatan Desa
Tiap tahunnya pada Agustus, Desa Purut rutin mengadakan kegiatan selamatan desa. kegiatan ini diwarnai dengan sejumlah perayaan. Mulai dari lomba karapan sapi hingga lomba arakan.
Kades Purut Umi Fitriyana menjelaskan, selamatan desa rutin diadakan sebagai ucapan terima kasih atas berkah sepanjang tahun. Kegiatan ini didahului dengan istighotsah bersama. Mulai dari membaca Yasin hingga Tahlil.
Selanjutnya, puncaknya, diadakan lomba karapan sapi dan arakan. Lomba karapan ini diikuti oleh mereka yang memiliki sapi. Ada 35 kepala keluarga (KK) yang mengikuti perlombaan ini yang diadakan di lapangan di Dusun Krajan.
“Karapan sapi ini diadakan karena memang orang sini banyak yang suka karapan sapi. Sejak desa awal berdiri sudah begini. Kebetulan yang punya sapi juga banyak,” kata Umi.
Sementara lomba arakan diikuti oleh setiap RT. Ada 21 RT yang diminta menampilkan kreasi mereka. Tidak hanya nasi tumpeng, ada pula buah-buahan dan sayur mayur. Ini sebagai wujud rasa syukur.
“Perlombaan ini diawali dengan pelepasan merpati. Untuk lomba arakan dimulai dari RT masing-masing lalu berakhir dengan berkumpul di lapangan Dusun Krajan,” jelasnya. (riz/mie)
APBDes Purut
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa – Rp 10.000.000,00
Pendapatan Transfer – Rp 1.947.015.870,00
Pendapatan Lain-lain – Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN – Rp 1.957.015.870,00
BELANJA
Belanja Pegawai – Rp 368.201.280,00
Belanja Barang dan Jasa – Rp 749.783.215,00
Belanja Modal – Rp 458.797.625,00
Belanja Tidak Terduga – Rp 380.233.750,00
JUMLAH BELANJA – Rp 1.957.015.870,35
SURPLUS (DEFISIT) – (Rp 0,00) Editor : Jawanto Arifin