Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Sapari mengatakan bahwa satuannya dengan serius melaksanakan operasi Semeru. Agar nantinya tujuan yang hendak dicapai dapat terealisasi dengan baik. Mulai dari meningkatnya kesadaran terhadap aturan dalam berlalu lintas. Serta menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi karena kelalaian dalam berkendara.
"Semua ruas jalan yang memiliki potensi pelanggaran kami lakukan operasi. Khususnya wilayah jalur Pantura yang merupakan jalur utama kendaraan. Memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi," katanya.
Walaupun nantinya ditemukan pelanggaran, tidak semuanya dilakukan penindakan hukum. Mayoritas petugas akan melakukan upaya edukasi dan teguran. Agar kesadaran dalam berlalu lintas menjadi lebih tinggi. Pelanggaran yang ada dapat turun.
Dengan demikian potensi kecelakaan akibat pelanggaran lalu lintas dan kelalaian pengemudi dapat ditekan seminimal mungkin. Karena itulah hanya beberapa saja pelanggar yang ditindak oleh mobil incar atau mobile etle.
"Tetap kami utamakan edukasi dan teguran. Dengan demikian dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas," tuturnya.
Operasi keselamatan Semeru ini terus dilaksanakan selama dua pekan. Yakni terhitung mulai selasa (7/6) hingga Senin (20/2). Sebanyak tujuh pelanggaran akan menjadi sasaran operasi ini. Dalam operasi selalu mengedepankan upaya edukatif, preemtif, dan preventif. Sehingga operasi ini mampu meningkatkan kesadaran berlalu lintas pada masyarakat. (ar/fun)
Yang Dipantau Kepolisian di Operasi Keselamatan Semeru
- Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara
- Pengemudi di bawah umur
- Pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar (SNI).
- Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt
- Pengendara dalam pengaruh alcohol
- Pengendara yang melawan arus
- Pengemudi melebihi batas kecepatan
Sumber: Satlantas Polres Pasuruan Editor : Jawanto Arifin