Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (30/1) malam. Saat itu, Khofifah menghadiri kegiatan Refleksi Empat Tahun Handal di Alun-alun Kota Probolinggo. Acara ini dimulai sekitar pukul 20.00. Pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo, turut hadir.
Gubernur mengatakan, di Jawa Timur ada 9,78 juta UMKM. Kontribusinya terhadap perekonomian terus meningkat. Pada 2021, naik 0,56 persen dibandingkan pada 2020 yang mencapai 57,25 persen. “Peningkatan ini tidak terlepas dari sertifikasi halal, merek dagang, dan akses ekspor yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pelaku UMKM, terutama di Kota Probolinggo, terus semangat dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Serta, harus menyiapkan diri menyambut persaingan global.
Kini, pemprov tengah menyiapkan rumah kurasi untuk menjadi tempat mengkurasi produk. Supaya terstandardisasi untuk mengakses pasar luar negeri. Tujuannya, menaikkan kelas UMKM dan memberikan pemahaman bahwa ekspor itu mudah.
Pada 3 Februari, kata Khofifah, ada peluncuran toko Strain Mall di Damansara, Malaysia. Dari total luas 5.000 meter persegi, 10 persen untuk produk UMKM dari Jawa Timur.
“Mereka akan melakukan business trip ke Jawa Timur. Produk-produk dari Kota Probolinggo yang siap dikunjungi pelaku bisnis dari Malaysia, bisa dipersiapkan,” pintanya.
Ia meyakini Kota Probolinggo tidak pernah absen dalam inovasi maupun apresiasi. Namun, diperlukan penguatan sumber daya manusia agar UMKM lokal siap bersaing.
Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, kegiatan ini sebagai laporan pertanggungjawaban kerja nyata tentang kepemimpinannya yang memasuki tahun keempat. Ia memastikan, Pemkot juga berkomitmen terhadap sektor UMKM di Kota Probolinggo.
Ada 4.500 pelaku usaha yang terdaftar dalam kartu E-UMKM Pintar. Mereka sudah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Agar mendapatkan perlindungan berupa premi asuransi tenaga kerja.
“Mengantisipasi jika nanti pekerja mendapatkan kecelakaan kerja bisa ter-cover dalam program ini. Program perlindungan ini juga kami berikan kepada RT/RW, GTT/PTT, dan guru tempat ibadah dan nelayan,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin