Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, tampilan Alun-alun Kota Probolinggo mengalami banyak perubahan. Masyarakat sudah bisa menimati alun-alun yang tampil lebih terbuka. “Dengan tampilan yang baru dan lebih bagus, membuat masyarakat menikmati dan nyaman,” katanya.
Tahun ini, kata Rini, tetap ada rencana penambahan fasilitas atau sarana prasana baru di alun-alun. Tidak menggantungkan terhadap anggaran daerah atau APBD. Pihaknya berusaha memaksimalkan CSR perusahaan.
“Dengan CSR, akan kami upayakan tambahan fasilitas di alun-alun. Termasuk menambah fasilitas air mancur. Kami sudah komunikasikan dan sudah ada CSR yang siap untuk tambahan fasilitas itu,” terangnya.
Meski pembangunan belum dinyatakan selesai 100 persen, kata Rini, manfaat fasilitas baru alun-alun sudah dirasakan dan dinikmati masyarakat. Salah satunya yang jadi jujukan adalah tulisan “Alun-alun Kota Probolinggo” yang dilengkapi dengan lampu dan air mancur. “Sekarang Alun-alun Kota Probolinggo lebih terbuka tampilannya,” katanya.
Rencana Pemkot memanfaatkan CSR untuk mengembangkan alun-alun, mendapatkan perhatian dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Kedua Komisi III Agus Riyanto mengaku mendukung langkah Dinas PUPR-Perkim. Dengan begitu, alun-alun akan semakin lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Alun-alun menjadi tempat yang banyak dikunjungi masyarakat. Kami mendorong pemerintah memaksimalkan fasilitas yang dapat dinikmati dan dirasakan masyarakat. Termasuk melalui CSR,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando