Dan mulai Senin, saluran sepanjang 7 kilometer lebih itu bisa difungsikan kembali. Warga Desa Gili Ketapang di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pun bisa kembali menikmati aliran air bersih.
Tim perbaikan mulai bergerak dari PPP Mayangan di Kota Probolingog pada pukul 09.00 dengan menggunakan empat kapal. Terdiri atas 15 orang dari PUDAM Tirta Argapura dan tiga yang lain dari PUDAM Kota Malang. Kapal kemudian menuju ke titik pipa yang rusak.
“Saluran pipa bawah laut itu panjangnya 7 kilometer lebih. Sementara yang bengkok ini diperkirakan di kilometer 3,5. Jadi ada di tengah-tengah,” terang Direktur Utama PUDAM Tirta Argapura Ghandi Hartoyo melalui Kepala Bidang Teknis Hari Supriyanto.
Dua penyelam pun dilibatkan memperbaiki pipa yang rusak. Keduanya warga Gili Ketapang yang selama ini sudah berpengalaman memperbaiki pipa yang rusak.
Mereka menyelam ke dasar laut dengan menggunakan alat bantu pernapasan. Tujuannya yaitu, memasang kait ke pipa yang rusak agar bisa ditarik.
Selanjutnya, pipa yang rusak ini ditarik ke atas menggunakan dua kapal. Begitu berhasil ditarik, pipa yang rusak dipotong sepanjang 2 meter.
Setelah dipotong, masing-masing ujung pipa disambung dengan pipa yang baru dengan panjang total 6 meter. Penyambungan menggunakan alat pemanas bortuseng.
Selanjutnya, pipa direkatkan dengan lem. Setelah dipastikan rekat dan kuat, baru pipa dimasukkan lagi ke dasar laut dengan alat pemberat.
“Untuk proses mulai dari pengangkatan, penyambungan hingga diletakan di dasar laut lagi membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Untuk alat penyambungnya, kami menggandeng PUDAM Kota Malang. Sebab, kami tidak punya alatnya,” lanjutnya.
Setelah disambung, Hari bersama sebagian tim menuju Bandaran Dringu. Tujuannya melihat tekanan air dengan menggunakan alat manometer.
“Jadi di bandaran ada alat manometer yang berfungsi melihat tekanan air,” terangnya.
Jika alat tersebut menunjukan angka tengah, maka berarti tekanan air stabil. Jika nol, berarti terjadi kebocoran pada pipa. Dan jika angkanya ke arah yang tinggi, artinya terjadi sumbatan pada pipa.
“Feeling awal itu ketika melihat manometer angkanya tinggi, maka terjadi penyumbatan akibat pipa bengkok terkena jangkar. Dan ternyata benar kejadiannya seperti itu,” terangnya.
Sementara usai perbaikan, manometer menunjukkan bahwa aliran air tekannya stabil. Bahkan informasi dari warga Gili Ketapang, aliran air bersih berjalan dengan lancar.
“Kami juga memantau saluran di Gili Ketapang dan kabar yang kami terima, keran warga sudah mengalir lagi. Artinya, penyambungan yang dilakukan hari ini Alhamdulillah lancar. Sehingga, warga Gili Ketapang tidak kesulitan air bersih lagi,” tandasnya.
Perbaikan itu sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 juta lebih. Namun, Hari belum bisa merinci peruntukan biayanya.
“Untuk alokasi perbaikan belum dihitung secara terperinci. Namun, perkiraan habis Rp 100 (juta) lebih,” katanya.
Pipa bawah laut itu sendiri rusak pada Jumat (23/12), karena terkena jangkar. Pipa air bersih yang berada 30 meter di bawah laut itu bengkok. Perbaikan tidak bisa langsung dilakukan, lantaran cuaca di laut sedang ekstrem. Ombak masih tinggi.
Pasang Lagi Penanda
Sementara itu, PUDAM Tirta Argapura kembali memasang penanda adanya pipa bawah laut, usai perbaikan. Tujuannya agar kapal yang melintas mengetahui di dasar laut terdapat saluran pipa air bersih.
Direktur Utama PUDAM Trita Argapura Ghandi Hartoyo melalui Kepala Bidang Teknis Hari Supriyanto menjelaskan, jauh sebelumnya pihaknya telah memasang penanda. Pada penanda tertulis PDAM (sebelum jadi PUDAM). Namun, penanda tersebut hilang.
“Jadi dulu yang kami pasang itu hilang. kenapa hilang, ini tidak diketahui sebabnya. Apakah ada yang mengambil, terseret ombak, atau yang lain,” tuturnya.
Karena itulah, dipasang lagi penanda serupa. Untuk mengantisipasi kapal yang sedang melintas agar tidak melempar jangkar di wilayah tersebut.
Hari juga berharap agar warga sama-sama menjaga. Sehingga, pipa yang memasok air bersih menuju Desa Gili Ketapang itu selalu aman.
“Harapan kami saling menjaga. Sehingga warga Gili juga bisa mendapatkan suplai air bersih dengan baik,” imbuhnya. (rpd/hn) Editor : Muhammad Fahmi