Dermaga di Pulau Gili sebelumnya kondisinya memang memprihatinkan. Dan pada Jumat (23/12) lalu saat dilanda angin besar serta ombak, dermaga kian rusak. “Setelah kena ombak dan angin beberapa waktu lalu itu, kondisinya tambah parah. Bahkan tiang penyangganya roboh. Sudah tidak ada sama sekali,” terang Kesra Desa Gili Ketapang Solehudin.
Melihat kondisi yang tambah parah, menurut Solehudin yang juga merangkap sebagai bendahara desa, menilai tentunya tidak cukup. Pasalnya, butuh anggaran Rp 1 miliar lebih untuk bisa memperbaiki dermaga tersebut.
“Apalagi setelah peristiwa kemarin kondisinya tambah buruk. Sehingga harus dibangun ulang. Setidaknya anggaran Rp 1 milair lebih untuk membangunnya,” terangnya.
Jika memang dipaksakan, maka alokasi anggaran Rp 450 juta tersebut hanya bisa untuk perbaikan dari ujung hingga ke tengah dermaga saja. “Paling sampai setengahnya saja (dari panjang total dermaga). Itu pun jika sampai. Sebab memang biaya akomodasi barang untuk ke Gili mahal,” terangnya.
Disinggung mengenai pengalihan alokasi ke tanggul yang jebol, Solehudin menerangkan, jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. Sebab nantinya akan berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban. “Karena bunyi rekeningnya untuk perbaikan dermaga utara, maka tidak bisa dialihkan mas,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin