Namun, memang petugas pasar kesulitan mengusut aduan kehilangan tersebut. Sebab, tidak ada kunci gembok ataupun bedak yang rusak. Semuanya dalam kondisi baik.
Kepala UPT Pasar Kota Probolinggo As’ari mengatakan, pihaknya sudah menerima dan menindaklanjuti aduan dari pedagang tentang pencurian yang terjadi. Hanya saja, aduan itu sulit ditindaklanjuti.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/27/12/2022/pedagang-pasar-baru-resah-sering-kemalingan/
Sebab, tidak ada gembok ataupun bedak yang rusak akibat pencurian tersebut. Di sisi lain, semua pintu Pasar Baru sudah digembok tiap malam. Pintu pasar baru dibuka saat pagi hari setelah subuh.
”Bukan tidak merespons aduan dari pedagang. Tapi, kami kesulitan menindaklanjuti dan menelusuri. Bayangkan, kunci gembok bedak tidak ada yang rusak. Terus, empat pintu Pasar Baru sudah digembok. Dan empat kunci di pintu itu juga tidak ada yang rusak,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (26/12).
Selain itu, menurut As’ari, pihaknya sudah menambah waker atau penjaga malam untuk meningkatkan keamanan pasar. Yang semula hanya dua penjaga, kini ditambah empat penjaga. Semuanya bertugas malam hari.
”Bahkan, selain waker, kami juga memberlakukan sistem piket untuk petugas pasar. Mereka ikut mengontrol keamanan pasar di malam hari,” tambahnya.
Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati menambahkan, upaya menjaga keamanan Pasar Baru sudah dilakukan. Termasuk menambah petugas penjaga malam.
Untuk CCTV, saat ini baru terpasang di gedung pasar yang baru saja selesai dibangun. Mengingat, gedung itu masih baru dan penataan masih akan diberlakukan.
”Jika memang pedagang ingin CCTV, semoga saja tahun depan ada anggaran kegiatan yang bisa diperuntukkan pengadaan CCTV di Pasar Baru,” ungkapnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin