Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SMPN 5 Probolinggo Dukung Minat Siswa melalui Kelas Olimpiade

Muhammad Fahmi • Senin, 5 Desember 2022 | 23:27 WIB
Photo
Photo
SMP Negeri 5 berupaya agar seluruh minat dan bakat siswa dapat dipenuhi. Baik di bidang akademik maupun nonakademik. Salah satunya dengan menyediakan kelas olimpiade dengan empat pilihan.

SMP Negeri 5 memang pantas meraih juara pertama dalam MBS Award 2022 jenjang SMP/MTs gelaran Disdikbud Kota Probolinggo dengan Jawa Pos Radar Bromo. Tidak hanya sudah menerapkan MBS, sekolah ini juga memiliki program unggulan. Salah satunya, kelas olimpiade.

Kelas olimpiade di SMP Negeri 5 sudah ada sejak 2017. Siswa bisa memilih sesuai minat, mulai dari fisika, biologi, bahasa Inggris, hingga matematika. Mereka didampingi oleh guru mata pelajaran (mapel) masing-masing untuk pembimbingan sekali dalam seminggu.

Kepala SMP Negeri 5 Subaidah mengungkapkan, kelas olimpiade sudah ada sejak 2017. Namun, sempat vakum pada 2020 sampai 2021, karena pembelajaran tatap muka ditiadakan selama pandemi Covid-19.

Lalu sejak ada zonasi, pihaknya harus berjuang lebih keras agar kelas olimpiade ini tetap berjalan. Sebab, zonasi membuat sekolah tidak bisa memilih siswa berprestasi sebanyak dulu. Sekolah harus mengutamakan siswa yang tinggal di satu zona.

Meski begitu, peminat kelas olimpiade dan prestasi yang diraih siswa tetap berjalan seperti dulu. Sebab, ada pembimbingan intensif jika ada kompetisi.

"Kalau ada kompetisi tingkat kota, kami akan lakukan bimbingan yang lebih intensif empat kali dalam seminggu. Kalau skala nasional, kami gandeng salah satu universitas negeri di Kota Malang," ungkapnya.



Saat ini, pihaknya sedang mengembangkan visi sekolah, yakni branding Sitajam yang merupakan kepanjangan ‘Prestasi dan Tahfiz Juz Amma’.

Ini adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pada jam pertama dan Sabtu pada jam terakhir. Sebenarnya, ini sudah direncanakan pada 2020, tapi pandemi membuat pelaksanaannya mundur.

Melalui Sitajam, siswa harus menghafal juz 30. Ada buku pantauan hafalan yang berisi surat-surat pendek di juz 30 dari sekolah untuk memudahkan siswa menghafal. Sehingga harapanya saat kelas 9, mereka sudah bisa hafal seluruhnya.

Untuk pengujian lafaz dan harakat panjang pendek, pihak sekolah menggandeng Rumah Tahfidz Darul Quran. Untuk memudahkan mereka menghafal, ada satu siswa yang diminta membacakan satu surat. Lalu siswa lainnya mengikuti. Dan setiap surat pendek dibaca bersama-sama sebanyak empat kali.

"Kalau siswa hanya bermodal prestasi saja, maka kepekaan sosialnya tidak maksimal. Dengan sentuhan Alquran, maka diharapkan hati mereka jadi lebih lembut dan tidak mudah emosional," sebut Subaidah. (riz/hn/*) Editor : Muhammad Fahmi
#radar bromo event #sekolah kota probolinggo #mbs award