Puluhan kendaraan itu ditemukan di sejumlah lokasi dalam kondisi ditinggal oleh pemiliknya. Diduga motor ini akan digunakan untuk kegiatan balap liar.
Razia itu sendiri dilakukan di sejumlah lokasi, Sabtu (4/12). Patroli mobile oleh personel Satlantas itu dimulai dari Alun-alun Kota Probolinggo, melewati Jalan Suroyo, lalu menyisir Jalan Panglima Sudirman, hingga simpang Randu Pangger. Selanjutnya personel polres menuju Jalan Kyai Hasan Genggong hingga batas Kota Probolinggo dengan Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa'bani melalui Kabagren Kompol Eko Nur mengungkapkan, patroli ini dilaksanakan secara rutin setiap akhir pekan. Ini sebagai langkah antisipasi agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali.
Selain mengamankan puluhan motor, petugas juga mengamankan 15 pemuda yang sedang mabuk di Jalan Lumajang. Mereka baru saja menenggak minuman keras (miras).
"Patroli memang dilaksanakan secara mobile. Pemuda itu saat kami patroli tengah mabuk dan hendak berkelahi. Sementara motor dalam kondisi ditinggal pemiliknya," sebut perwira dengan satu melati di pundaknya ini.
Kata Eko, belasan pemuda yang diamankan itu akan diperiksa. Jika ditemukan adanya unsur pidana, maka mereka akan dibina. Lantas dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Sebab, rata-rata mereka masih di bawah umur.
"Untuk puluhan motor sudah didata oleh jajaran lalu lintas. Jadi, bagi warga yang ingin mengambil, harus membawa surat lengkap dan membawa komponen standar dari motor yang dimodifikasi," jelas Eko.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Pandri Pratama Putra menambahkan, selama patroli pihaknya mendapat respons positif dari warga. Sebab, motor berknalpot brong itu sering membuat resah masyarakat. Mereka kerap masuk jalan kampung dengan suara yang bising, sehingga mengganggu ketenangan warga sekitar.
"Harapan kami, ke depan masyarakat lebih tertib saat berlalu lintas. Mereka bisa berkendara dengan nyaman dan tidak meresahkan masyarakat. Gunakan motor yang sesuai standar," jelas Kasatlantas. (riz/hn) Editor : Muhammad Fahmi