Kapolsek Wonoasih Kompol Sumardjo mengungkapkan, sampai saat ini, penyebab kematian F belum diketahui. Penyidik unit reskrim Polsek Wonoasih belum berhasil meminta keterangan dari teman korban, G, 10, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Wonoasih.
Pasalnya, saat didatangi oleh penyidik pada Rabu (28/9), G masih belum siap dimintai keterangan. Kondisinya masih syok karena mengetahui temannya yang mondok di lokasi yang sama dengannya meninggal.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/probolinggo/24/09/2022/santri-asal-pasuruan-tewas-di-sumber-ardi-warga-mulut-bau-alkohol/
Meski begitu, penyelidikan ini dipastikan tidak berlanjut. Karena pihak keluarga F mengaku telah menerima. Bahkan tidak akan mempermasalahkan kematian korban di Sumber Ardi pada 24 September lalu.
“Penyebab kematian korban masih belum diketahui. Cuma keluarga F sudah menerima dan menganggap kejadian ini murni musibah. Jadi, penyelidikan kami hentikan,” ungkap Kapolsek.
Untuk diketahui, F, 10, santri asal Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan ditemukan tewas di Sumber Ardi, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih pada Sabtu (24/9) sore. Saat itu, ia pergi bersama dengan temannya, G, 10, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Wonoasih.
Diduga, korban dan temannya ini sempat menenggak miras oplosan. Sebab ada saksi yang menyebut jika tercium aroma alkohol dari mulut korban. Namun, pihak kepolisian tidak berhasil menemukan botol tersebut.
Saat pertama ditemukan, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di air sementara temannya, G dalam kondisi tidak sadarkan diri di gazebo sisi selatan. G sempat dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo sebelum pulang ke rumahnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin