Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Santri asal Pasuruan Tewas di Sumber Ardi, Warga: Mulut Bau Alkohol

Jawanto Arifin • Minggu, 25 September 2022 | 06:19 WIB
DISELIDIKI: Petugas Polsek Wonoasih menyelidiki penyebab meninggalnya F, 10, yang diduga menenggak miras oplosan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
DISELIDIKI: Petugas Polsek Wonoasih menyelidiki penyebab meninggalnya F, 10, yang diduga menenggak miras oplosan. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
WONOASIH, Radar Bromo - Slamet hendak mencuci baju, Sabtu (24/9) sore itu di Sumber Ardi, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Namun, dia menemukan dua anak tak sadarkan diri di sana. Satu di antaranya akhirnya diketahui meninggal. Diduga, korban meninggal setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Korban meninggal dunia adalah F, 10, warga Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan satu lagi, yaitu G, 10, yang berasal dari Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dalam kondisi selamat. Keduanya diketahui merupakan santri di sebuah pesantren yang sama di Kota Probolinggo.

Berdasarkan informasi Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, sore itu sekitar pukul 15.00, korban bersama temannya G, bermain di Sumber Ardi. Di tempat ini, mereka diduga menenggak miras oplosan jenis arak yang dicampur minuman suplemen.

Setelah minum miras oplosan itu, G langsung tidak sadarkan diri. Dia pingsan di gazebo yang ada di selatan Sumber Ardi. Sekitar pukul 16.30, G dibangunkan oleh Slamet yang hendak mencuci baju di lokasi tersebut. Namun, G tidak kunjung bangun. Dari mulutnya tercium aroma alkohol.

Slamet lantas berjalan ke utara. Tak jauh dari gazebo, ia melihat anak lain sedang tertelungkup. Dia tidak lain, F. Sama dengan G, kondisi F saat itu tidak bergerak.



Sadar ada yang tak beres, Slamet pun memanggil warga sekitar. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Wonoasih. Di Puskesmas inilah diketahui ternyata F sudah meninggal. Sedangkan G selamat.

F pun langsung dibawa ke Kamar Mayat RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Sementara G kini dirawat di ruang IGD setempat.

"Saya mau mencuci baju, ternyata ada bocah laki-laki tidak sadarkan diri di gazebo. Tak jauh dari gazebo, ada bocah lainnya juga dalam kondisi tertelungkup," ungkap Slamet.

Pengurus pesantren di tempat mereka mondok, yaitu Husni Barak, 20, membenarkan keduanya adalah santri di tempatnya. F sehari-hari tinggal di pondok, sementara G hanya di pesantren saat sore hingga pagi.

Menurutnya, keduanya keluar dari pesantren tanpa seizin dari pengurus. Padahal seharusnya mereka mengikuti pengajian sore selepas ashar.

"G ini kalau siang pulang ke rumahnya, karena dia sekolah formal di luar pondok. Sementara F itu santri penuh. Kami sudah menginformasikan ke wali santri," katanya saat ditemui di Mapolsek Wonoasih.



Kapolsek Wonoasih, Kompol Sumardjo menyebut, pihaknya masih mendalami penyebab korban F tewas. Tapi diduga korban sempat menenggak miras bersama G sebelum ditemukan tewas. Sebab ada beberapa warga yang mengaku mencium aroma alkohol dari mulut korban.

"Kami masih mencari penyebab korban tewas. Termasuk mencari bukti-bukti botol miras di TKP," sebut mantan Kapolsek Kademangan ini. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin
#santri tewas #sumber ardi #miras oplosan