Warga Dusun Petong, Desa Ranuwurung, Kecamatan Gading itu ditemukan meninggal di persawahan Dusun Sentong, Desa Wangkal, kecamatan setempat. Jenazahnya tertindih motor miliknya yang bermuatan jerami.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Safi'i, warga Desa Wangkal. Saat itu, Safi’i hendak ke sawah miliknya. Namun, dalam perjalanan dia melihat ada yang aneh di areal persawahan tempat biasanya dirinya lewat.
Sawah yang ditanami padi itu dari kejauhan nampak botak. Sebab, tanamannya tertindih benda berat. Melihat hal itu, Safi’i mendekat.
Safi’i pun mendekat untuk mencari tahu penyebabnya. rupanya benda berat tersebut adalah sebuah motor yang di belakangnya terikat jerami. Motor itu terperosok dan roboh.
Penasaran ada motor di sawah, dia pun makin mendekat. Dan saat itulah dia melihat seorang laki-laki tak bergerak. Lelaki itu tertindih motor yang bermuatan jerami tersebut.
Melihat hal itu, Safi’i langsung berlari dan memberitahu warga sekitar. Warga lantas melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Gading.
“Mayat ditemukan oleh warga yang saat itu hendak ke sawahnya di Dusun Sentong, Wangkal. Warga itu menemukan motor bermuatan jerami yang roboh. Di bawahnya korban meninggal dalam posisi tertindih,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gading Aipda Antono.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Gading datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Untuk memastikan keadaan korban, petugas membawa jasad korban ke Puskesmas Wangkal.
Tenaga medis yang memeriksa korban memastikan bahwa korban meninggal dunia. Tanpa adanya bekas luka atau tanda-tanda penganiayaan.
Meski begitu, Polisi menyarankan kepada keluarga korban agar membawa mayat korban ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk di otopsi. Namun, keluarga korban menolak. Mereka menganggap kejadian ini sebagai musibah. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Keluarga menolak korban diotopsi. Keluarga menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban mengeluh loyo dan lemas pada Jumat (16/9) malam,” pungkasnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin