Jemaat tidak hanya merayakan ulang tahun dewa. Di bulan dan hari yang sama, juga bertepatan dengan bulan setan. Sehingga para jemaat melakukan tradisi sembahyang untuk para arwah yang tidak terurus.
Erfan Sujianto, Ketua II Kelenteng menerangkan, di bulan 7 tanggal 15 bulan China pukul 10.00, bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun dewa tuan rumah yang ke 157 tahun. Sehingga ada acara sembahyang, bahkan digelar berbagai kegiatan seperti pewayangan.
“Untuk tanggal masehinya berubah-ubah. Nah, kebetulan pada bulan 7 tanggal 15 kalender China ini bertepatan dengan hari Jumat, tanggal 12 Agustus 2022. Untuk jamnya dari turun temurun dilakukan pada pukul 10.00. Prosesi pembakaran dupa dan sembahyangnya dilakukan pukul 10.00,” beber Erfan.
Perayaan kali ini juga diiikuti antusias jemaat. Salah satunya acara pewayangan yang baru kali pertama kali setelah ada Covid-19.
Erfan juga menyebut, selain memperingati ulangt tahun dewa tuan rumah, di bulan ini juga masuk bulan setan. Jemaat percaya, di bulan setan pintu neraka dibuka lebar, sehingga para arwah bergentayangan ke mana mana. Oleh karenanya Kelenteng juga mengadakan sembahyang dan juga melakukan tradisi untuk para arwah yang tidak terurus.
Sembahyang dilakukan tepat pukul 13.00. Prosesi dilakukan dengan cara membuka atau mengundang para leluhur atau arwah yang tidak terurus, untuk masuk kelenteng. Selanjutnya, para arwah dipersilakan untuk memakan sesajen yang telah dipersiapkan.
“Karena bulan ini masuk bulan setan, maka jemaat percaya pada bulan ini masuk bulan apes. Sehingga jemaat menghindari pernikahan atau acara penting di bulan ini. Termasuk ketika hendak keluar kota. Biasanya mereka menjadwalkan ulang,” tandasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin