Namun, upaya mengecek sumber api harus diurungkan. Tim damkar dilarang masuk ke area pelabuhan. Sejumlah petugas bersama mobilnya tertahan di pintu masuk Badan Usaha Pelabuhan PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN).
Petugas keamanan PT DABN berdalih hanya membakar sampah. Karena itu, mereka tak mengizinkan petugas damkar masuk. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.59.
Sejumlah warga yang tengah berenang di Wisata Kumkum Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, melihat kepulan asap pekat menjulang tinggi. Asap berasal dari wilayah BUP PT DABN. Laporan adanya kepulan asap ini pun masuk ke tim damkar.
Sekitar pukul 16.20, sejumlah petugas damkar tiba di pintu masuk pelabuhan. Mereka membawa dua unit mobil damkar dan dua sepeda motor lengkap dengan apar dan pemadam api berbentuk bola.
Tetapi, mereka dicegat oleh petugas keamanan PT DABN. Petugas keamanan dengan nama dada Misnadi itu mengatakan, kepulan asap itu berasal dari sampah dan rumput yang sengaja dibakar. Karena itu, ia tak mengizinkan tim damkar masuk dan menyuruh mereka balik kanan. “Buat apa masuk juga? Tidak ada apa-apa kok. Kondisinya aman,” ujarnya.
Ia bersikukuh melarang tim damkar masuk. Termasuk meski hanya mengecek dan memastikan tidak adanya potensi api yang membesar akibat angin kencang. “Tidak usah, aman. Hanya sampah saja. Putar arah saja (balik kanan),” ujarnya.
Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Abdullah mengatakan, pihak keamanan pelabuhan memastikan aman. Karena itu, pihaknya mengaku tidak akan bertanggung jawab jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Karena kami tidak diizinkan masuk untuk mengecek, maka kami balik kanan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kami tidak bertanggung jawab,” ujarnya sebelum masuk ke mobil damkar untuk kembali ke markasnya. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando