Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, rumah batik itu mulai dibagun di lahan tepi Jalan Mastrip Kedopok Kota Probolinggo. Di situ, sudah tampak pekerja mulai membangun fondasi untuk gedung rumah batik tersebut.
Rumah batik ini ddialokasikan melalui APBD 2022 senilai Rp 1,8 miliar. Dalam proses lelang di LPSE Kota Probolinggo, tercatat ada 50 rekanan yang menjadi peserta lelang tersebut. Kemudian CV Sarana Bina Yasa asal Jl. Rembang Blok Tuban No.3 - Kota Surabaya yang menjadi pemenang, dengan penawaran nilai sekitar Rp 1,4 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati saat dikonfirmasi membenarkan, pembangunan rumah batik yang sudah mulai dikerjakan. Pihanya sudah mengalokasikan anggaran. Ditargetkan, pengerjaan pembangunan rumah batik itu rampung pada tanggal 14 November 2022.
”Rumah batik akan menjadi Griya Batik Kota Probolinggo. Sudah mulai Senin kemarin pengerjaannya, dan harus selesai tanggal 14 November besok,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Fitri-sapaan akrabnya menerangkan, rumah batik tersebut memang akan menjadi wisata edukasi. Karena di dalamnya bisa digunakan untuk pelatihan batik, showroom batik, dan turunan batik. Tidak hanya kain batik, tetapi bisa turunannya seperti tas dari batik, baju batik, dan semua yang berkaitan dengan batik.
”Bisa juga anak sekolah belajar membatik di rumah batik itu. Karena, nantinya diharapakan bisa menjadi wisata edukasi batik arahnya,” terangnya.
Fitri bilang, di Kota Proboilnggo, sudah ada perajin batik. Nah, saat ada pembatik yang tidak punya tempat membatik, bisa menggunakan rumah batik tersebut. Bahkan bisa sekaligus pemasarannya. Karena, pihaknya sendiri sudah siapkan pelatihan-pelatihan, dengan sarana, pembatik yang sudah ada, maupun pembatik pemula. ”Itu juga akan jadi sentral UMKM khusus batik,” ujarnya. (mas/fun) Editor : Ronald Fernando