Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pembangunan RS Ar-Rozi yang menelan anggaran ratusan miliar itu dimulai awal Maret 2022. Kemarin, pembangunan rumah sakit itu dikerjakan secara tertutup dengan pagar seng di sekelilingnya.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengatakan, pembangunan rumah sakit baru itu terus dikebut. Hingga saat ini, progres pengerjaannya sudah mencapai sekitar 40 persen. Sesuai kontrak pengerjaan, pembangunannya harus rampung sebelum akhir tahun 2022 ini. ”Iya masih proses pengerjaannya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Rini -sapaan akrabnya- mengakui, realisasi capaian pengerjaan pembangunan rumah sakit itu sedikit terlambat dibanding target perencanaan. Salah satu sebabnya, sejak awal pembangunannya menemui sejumlah hambatan.
Tahun 2021 misalnya, awal pengerjaan terhambat akses masuk ke lahan atau jembatannya. Selanjutnya, pengerjaan konstruksi gedung yang dimulai awal tahun ini terhambat cuaca. Proses pengeboran fondasi bangunan tersebut terhambat cuaca yang kerap hujan. Sehingga capaian pengerjaan pembangunan sedikit terlambat dari perencanaan.
”Tiap awal minggu selaku kami evaluasi tahapan dan progres pengerjaan pembangunan Rumah Sakit Ar Rozi itu. Kendala yang dihadapi terus diupayakan solusinya. Supaya dapat mengejar keterlambatan pengerjaan dari target perencanaan,” terangnya.
Pihaknya, menurut Rini, terus mendorong pelaksana untuk mengebut pengerjaan pembangunan tersebut. Dengan sisa waktu lima bulan ke depan, percepatan pembangunan dilakukan dengan beragam cara.
Mulai menambah alat, pekerja, dan mempercepat pengiriman bahan material. Dengan harapan, pembangunan rumah sakit tersebut dapat selesai sesuai deadline dan perencanaan.
”Kami optimistis pengerjaan pembangunan rumah sakit itu selesai tepat waktu. Karena saat ini cuaca mulai mendukung. Lalu, pembangunan konstruksi dasar fisik yang berat dan butuh waktu lama juga sudah hampir rampung. Sekarang sudah hampir selesai pengecoran lantai 5. Nantinya, tinggal pengerjaan yang ringan-ringan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto menegaskan, sejak awal pihaknya menegaskan tidak akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu dalam pembangunan rumah sakit Ar Rozi. Sebab, proses tendernya tidak karu-karuan.
”Mau selesai tepat waktu atau tidak, komisi III tidak bertanggung jawab. Syukur-syukur selesai tepat waktu. Jika tidak selesai tepat waktu, bukan kesalahan komisi III (DPRD),” katanya.
RS Ar-Rozi ini dibangun di Jalan Profesor Hamka, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Tahun ini, dibangun dua gedung yaitu gedung rawat inap dan medical center. Dua gedung itu dibangun berdekatan. Gedung medical center dibangun di belakang gedung rawat inap.
Pembangunan dua gedung itu dilaksanakan PT Maju Alam Mandiri (PT MAM). Peletakan batu pertama dilakukan pada 28 September 2020 dengan total anggaran Rp 161 miliar yang dianggarkan melalui APBD 2022 Kota Probolinggo. (mas/hn) Editor : Ronald Fernando