Jenazah korban kali pertama ditemukan oleh nelayan asal Desa Gili Ketapang di utara Pulau Gili, sekitar pukul 17.00. Jaraknya sekitar satu mil dari daratan Desa Gili Ketapang. Kepala Desa Gili Ketapang Munir langsung melanjutkan informasi ini ke Polairud Polres Probolinggo.
Sebelum ditemukan, tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud sempat melakukan penyisirian mulai pukul 08.00. Dari Basarnas ada empat kru yang terlibat dalam pencarian. Mereka membawa tiga perahu karet dan dua perahu kayak.
Pencarian di hari keempat ini diperluas dengan menyisir Perairan Pajurangan, Kecamatan Gending, ke barat sampai ke Pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Namun, sampai pencarian dihentikan pukul 16.00, belum berhasil.
Sekitar pukul 17.00, ternyata ada informasi penemuan jenazah yang diduga Alex. Tim Basarnas bersama Polairud, pun menuju lokasi menggunakan tiga perahu karet. Sekitar pukul 18.30, jenazah korban berhasil dievakuasi ke Pelabuhan. Kemudian, dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
“Saya dihubungi Polairud kalau ada penemuan mayat di Perairan Gili. Kami langsung ke sena untuk mengecek dan mengevakuasi korban,” ujar Koordinator Basarnas, Prahista Dian Yudi Winata.
Saat kali pertama ditemukan, jenazah sulit dikenali. Korban ditemukan hanya mengenakan kaus singlet dan tidak mengenakan celana atau pun celana dalam. Sementara, tubuhnya bengkak. Bahkan, awalnya istri korban tidak mengenalinya.
Jenazah baru dikenali adalah Alex, setelah pihak keluarga melihat ada bekas knalpot di lutut kanan. Setelah dipastikan jika korban adalah Alex, istrinya langsung pingsan. Ia pun dibopong oleh pihak keluarga dari kamar mayat.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, dengan ditemukannya korban, pencairan dinyatakan selesai. Pihaknya berharap siapa saja yang menggunakan kapal untuk transportasi selalu berhati-hati. “Jika cuaca tidak mendukung, jangan dipaksakan. Karena keselamatan saat berlaut adalah yang utama,” ujarnya.
Diketahui, Sabtu (16/7) pagi, Alex mengantarkan empat orang pemancing dari perairan Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Mereka adalah Caesar Ardian, 33, warga Kota Madiun dan tinggal di Sedati, Kabupaten Sidoarjo; Luqman Hakim, 37, warga Gubeng, Kota Surabaya; Alen Nuari Tonapa, 34, warga Jemursari Selatan, Kota Surabaya; dan Eric Sinjoyo, 38, warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Namun, cuaca tak bersahabat. Kapal yang mereka gunakan dihantam ombak dan pecah. Akhirnya, karam. Syukur, empat pemancin ini selamat. Mereka mengenakan life jacket dan saling berpegangan membentuk lingkaran kecil. Sedangkan, Alex memilih berenang sendirian menggunakan jeriken.
Minggu (17/7) pagi, empat pemancing ini diselamatkan oleh nelayan asal Desa Gili Ketapang. Mereka dibawa ke daratan. Namun, Alex tak ditemukan. Rabu (20/7), Alex ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. (riz/rud) Editor : Muhammad Fahmi