Keempat pemancing yang selamat yaitu Caesar Ardian, 33, warga Jalan Margobawero 15, Kota Madiun, yang tinggal di Sedati, Kabupaten Sidoarjo; Luqman Hakim, 37, warga Gubeng, Kota Surabaya; Alen Nuari Tonapa, 34, warga Jemursari Selatan, Kota Surabaya; dan Eric Sinjoyo, 38, warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Mereka selamat setelah ditolong sebuah kapal nelayan milik warga Gili Ketapang yang sedang melintas. Namun, pemilik perahu belum ditemukan. Yaitu, Alex, 30, warga Desa Klaseman.
Caesar, salah satu pemancing selamat menjelaskan, ia bersama tiga rekannya memang hobi mancing. Mereka pun sepakat mancing di perairan Klaseman dengan menyewa perahu pancing milik Alex, warga sekitar.
Mereka lantas berlayar ke tengah laut dan memancing di sejumlah rumpon. Sekitar pukul 15.00, perahu kembali. Namun, saat itu ombak mulai tinggi. Perahu pun tidak bisa menghindari ombak. Tiga kali dihantam ombak, perahu pun pecah dan karam.
“Saya tidak tahu perahu mengarah ke mana. Namun dari kejauhan terlihat daratan Klaseman,” terang Caesar.
Begitu perahu karam, dia dan tiga rekannya saling berpegangan tangan membentuk lingkaran kecil. Mereka menggunakan life jacket. Sementara Alex yang menggunakan jiriken solar untuk mengapung, tidak ikut.
“Jadi sudah saya teriaki agar Alex ikut kumpul. Alex bilang dia akan berenang duluan ke tepian. Sebab, saat itu masih pukul 15.00, cuaca masih terang. Harapannya agar segera mendapatkan pertolongan. Saat itu juga kami loss contact dengan Alex,” tuturnya.
Namun, Alex tidak kembali. Mereka pun terombang-ambing delapan jam lebih di lautan. Hingga pukul 24.00, ada kapal porse Putra Gili yang melintas dan melihat mereka. Keempatnya pun langsung diselamatkan dan dibawa ke Pulau Gili Ketapang.
“Jadi kami dibawa ke rumah pemilik kapal yang ada di Pulau Gili Ketapang. Kami diberi tempat beristirahat, makan, dan minum serta pakaian. Baru pada Minggu (17/7) sekitar pukul 09.00 dengan kapal penyeberangan kami diantar ke Polairud,” katanya.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno menerangkan, saat ini tim SAR tengah menyisir perairan dan mencari keberadaan Alex. “Saat ini tim tengah menyisir perairan dan mencari keberadaan Alex. Sesuai SOP, pencarian akan berlangsung hingga sepekan,” terangnya.
Sempat Bertemu Perahu Lain
Sementara itu, perahu pemancing ini sempat bertemu perahu nelayan lain sebelum pecah dan karam. Sunawar, 42, salah satu nelayan asal Desa Klaseman, mengatakan, Sabtu (16/7) pukul 04.30, ia bertemu perahu Alex, pemilik kapal. Saat itu, Sunawar hendak mencari ikan bersama dua rekannya.
"Pagi itu berangkatnya bareng. Saya bertemua perahunya (milik Alex, Red). Saya berangkat dari Blok Pantai. Sementara perahu itu berangkat dari barat. Sama satu desa, tapi Blok (Dusun, Red) Karang Tengah," katanya saat ditemui di pesisir Pantai Klaseman.
Sunawar sendiri mencari ikan bersama temannya tidak terlalu jauh dari pantai Klaseman. Sekitar 3 kilometeran dari tepi pantai. Namun, kapal milik Alex berlayar cukup jauh. Sampai di sekitar timur pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
"Saya dekat pantai. Sementara perahu itu (milik Alex) cukup jauh ke utara. Tidak terlihat," ujarnya.
Pukul 15.25, Sunawar pun memutuskan untuk pulang. Sebab, di pinggir pantai saat itu ombak mulai tinggi.
"Karena ombak dan angin mulai besar, saya pulang. Saat pulang saya ambil jalur miring. Sebab kalau menerjang ombak bahaya,” terangnya.
Lalu Minggu (17/7) sekitar pukul 01.00, dia menerima informasi perahu milik Alex tenggelam. Empat penumpang ditemukan oleh nelayan dan Alex sendiri belum ditemukan.
"Tenggelamnya sekitar pukul 14.30 katanya. Tepat saat ombak sedang besar. Saat saya pulang, di pantai ombak sudah tidak ada. Tapi kalau di tengah masih besar," lanjutnya.
Sunawar memperkirakan, perahu tenggelam lantaran di terjang ombak. Sebab, saat itu cuaca memang sedang tidak mendukung. Angin kencang menerpa wilayah laut utara Klaseman.
"Kemungkinan juga yang nyopir (Alex) tidak paham cuaca. Sehingga saat angin besar, mungkin terkena ombak besar. Sehingga perahunya pecah,” terangnya.
Alex sendiri diketahui memang punya profesi memberikan jasa angkutan perahu untuk para pemancing. Bahkan, Alex baru membeli perahu fiber seharga Rp 35 juta dari Jawa Tengah. "Kabarnya begitu. Hari ini (Minggu) perahunya yang baru akan datang," tuturnya. (rpd/mu/hn) Editor : Ronald Fernando