Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jangan Kubur Sembarangan Sapi Mati, Di Dringu Geger Bangkai Sapi Dibuang

Ronald Fernando • Senin, 4 Juli 2022 | 14:15 WIB
LANGSUNG DIKUBUR: Warga dan petugas kepolisian mengubur sapi mati yang dibuang di sebuah lahan di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Dringu. (Foto: Polsek Dringu for Jawa Pos Radar Bromo)
LANGSUNG DIKUBUR: Warga dan petugas kepolisian mengubur sapi mati yang dibuang di sebuah lahan di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Dringu. (Foto: Polsek Dringu for Jawa Pos Radar Bromo)
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Adanya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) sampai saat ini masih membuat panik peternak dan pedagang. Bahkan di Dringu, sempat digegerkan dengan temuan bangkai sapi yang dibuang begitu saja di sebuah lahan kosong. Padahal saat wabah PMK yang sampai kini masih terjadi, hewan ternak yang mati mestinya dikubur.

Proses penguburan juga ada standarnya. Supaya penyebaran PMK bisa dicegah. Hewan ternak yang mati dalam kondisi wabah PMK masih berlangsung, ada baiknya dilakukan dengan standar saat ini. Agar tak membuat resah, seperti yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Dringu.

Sabtu (2/7) sore lalu warga sekitar dibuat gempar setelah seekor sapi mati dibuang begitu saja oleh orang tak dikenal. Kontan saja meski hanya bangkai sapi, temuan itu sempat dikhawatirkan warga.

Penemuan bangkai sapi tersebut dibenarkan Kapolsek Dringu AKP Muhammad Dugel. Kejadian bermula saat seorang warga setempat sekitar pukul 14.05, sedang mencari rumput di sebuah lahan kosong dekat waterboom Tamansari.

Selesai menyabit rumput, warga tersebut pulang membawa rumput hasil sabitannya dan melintasi jalur yang sebelumnya dilewatinya. Tak disangka saat pulang itulah warga menemukan bangkai seekor sapi di lahan kosong.

"Saat berangkat menyabit rumput, ruas jalan di tengah lahan kosong. Tidak ada apa-apanya. Baru selesai menyabit sekitar pukul 16.15, ada seekor sapi dibuang begitu saja," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/7).

Melihat hal itu, warga tersebut panik. Sebab warga takut sapi tersebut terkena wabah PMK atau hasil tindak pidana. Kemudian memberitahukan kepada perangkat desa setempat yang tak lama kemudian datang ke lokasi. Setelah memastikan hal tersebut perangkat desa melaporkan ke Polsek Dringu.



"Kami langsung merapat kelokasi. Benar saja seekor sapi mati tergeletak dibuang begitu saja," tuturnya.

Dugel melanjutkan, sapi saat ditemukan berada di sisi selatan waterboom. Bangai sapi betina dengan warna badan coklat kemerahan, tergeletak dengan posisi tubuh bagian kiri berada di bawah. Saat berada di lokasi, petugas juga mencari petunjuk apakah sapi tersebut hasil tindak pidana. Namun tidak ditemukan petunjuk yang mengarah pada tindak pidana.

Selanjutnya karena saat ini terjadi wabah PMK, maka polisi menghubungi petugas teknis Dinas Pertanian untuk melakukan pengecekan sapi. Saat diperiksa kondisi hidung sapi terlihat berbusa. Untungnya ciri-ciri yang mengarah pada PMK tidak ditemukan.

"Diduga sapi tersebut keracunan. Pemilik sapi menduga sapi mati karena PMK. Akhirnya dibuang begitu saja," terang Dugel.

Medik Veteriner Muda pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan jika pihaknya mendapat kabar penemuan sapi mati menjelang maghrib. Setelah dilakukan pemeriksaan, membenarkan jika pemeriksaan awal yang dilakukan oleh petugas teknis di lapangan menduga sapi tersebut memang keracunan.

"Pengecekan awal dilakukan, mengarah pada keracunan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sapi langsung dikuburkan dekat lokasi penemuan dengan standar PMK," bebernya.

Adanya penemuan sapi mati tersebut kontan menjadi atensi Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Sebab tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan oleh pemilik ternak yang mati. Baik mati dalam kondisi sakit biasa atau terpapar virus PMK.



Nikolas Nuryulianto menjelaskan jika hewan ternak menjadi tanggung jawab dari pemilik. Mulai dari penyediaan kandang, makan, sampai pengobatan ternak saat sakit. Tindakan membuang sapi mati tersebut sangat disayangkan. Sebab dapat meresahkan masyarakat.

"Sangat disayangkan, ternak kok dibuang begitu saja. Apalagi saat ini waspada penyebaran PMK. Jadi sapi mati jangan dibuang. Tapi dikuburkan dengan baik," ujarnya.

Ia pun menjelaskan warga yang memiliki ternak, jika ternak mati tidak perlu panik. Lakukan penguburan ternak dengan standar PMK. Ternak mati penanganannya, saat dikuburkan harus membuat lubang sedalam kurang lebih 2 meter. Sebelum dikubur dan dibawa ke liang kubur, ternak terlebih dahulu disemprot dengan disinfektan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak menularkan virusnya.

Setelah ternak dikuburkan dengan sempurna. Pada permukaan tanah ditaburi kapur. Selanjutnya kembali disemprot disinfektan. Bukan hanya itu selesai penguburan orang yang terlibat maupun alat-alat yang digunakan juga turut disemprot.

"Memang ada perlakuan khusus, upaya tersebut semata-mata dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus PMK," terangnya.

Nikolas mengaku jika selama wabah PMK menyebar di Kabupaten Probolinggo, baru satu kali mendapat laporan sapi mati dibuang begitu saja oleh pemilik. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang PMK juga menjadi kendala. Sebab ternak mati bukan hanya disebabkan oleh virus PMK.

Banyak faktor yang menyebabkan ternak mati. Namun karena wabah PMK sedang merebak, akhirnya pemilik panik dan membuang sapi mati tanpa mengetahui penyebabnya.



Nikolas tak bosan mengimbau kepada para peternak untuk segera melaporkan apabila ada salah satu ternak di sekitar kandang miliknya sendiri, ataupun tetangganya yang mengalami gangguan seperti leleran berlebih, tidak mau makan dan kepincangan, lesi-lesi (tak normal, Red) di sekitar mulut dan ada luka di kuku.

"Kami harap tidak terjadi hal serupa, banyak penyebab ternak mati. Tapi saat ini kami sarankan jika ada ternak mati, lebih aman penguburannya pakai standar PMK," ucap pria berkacamata ini. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando
#peternakan kabupaten probolinggo #wabah pmk #sapi mati karena pmk #mengubur sapi mati pmk