Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Terimbas PMK, Penjualan Hewan Kurban di Probolinggo Turun Separo

Ronald Fernando • Jumat, 1 Juli 2022 | 17:17 WIB
SEPI: Pembeli domba dan kambing di Pasar Besuk menurun drastis akibat wabah PMK.
SEPI: Pembeli domba dan kambing di Pasar Besuk menurun drastis akibat wabah PMK.
BESUK, Radar Bromo–Hari Raya Idul Adha seharusnya jadi momen menguntungkan bagi para peternak. Khususnya sapi,  kambing, dan domba. Namun, wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) membuat para peternak terpukul tahun ini.

Sampai Kamis (30/6), penjualan hewan kurban sangat sepi. Pendapatan para peternak jauh dari harapan. Padahal, dalam kondiri normal, penjualan hewan kurban makin ramai mendekati Idul Adha. Bahkan, hari-hari itu hingga menjelang Idul Adha jadi momen para peternak panen keuntungan.

Di Pasar Hewan Besuk misalnya, penjualan hewan kurban sangat sepi. Bahkan, menurun separo dari tahun lalu. seperti yang dialami Hasyim, seorang pedagang domba dan kambing asal Kecamatan Besuk.

Menurutnya, dia menyiapkan belasan domba dan kurang dari 10 kambing untuk dijual menjelang Idul Adha. Jumlah hewan kurban yang dijual itu sama dengan tahun lalu sebenarnya. Namun, bedanya tahun ini pembeli sangat sepi. Hewan kurbannya bahkan baru laku dua ekor.

“Kulakannya sudah beberapa bulan lalu. Saat ini masih laku dua ekor. Itu pun wedus (domba). Kalau domba kan murah, beda sama kambing,” Kata Hasyim.

Tahun lalu di waktu yang kurang lebih sama, semua hewan kurban Hasyim laku terjual. Bahkan, H-3 Idul Adha dia harus kulakan lagi. Saking ramainya pembeli.

“Biasanya sepekan lagi sudah kembali kulakan. Namun, sampai saat ini sedikit yang laku. Pendapatan saya turun drastis. Rencananya mau saya jual dengan keuntungan kecil saja. Bisa dikatakan rugi kalau dihitung biaya perawatan. Beruntung ternak saya tidak ada yang terserang PMK,” tuturnya.



Hal senada diungkap Lailatul Qodar, pedagang hewan kurban asal Besuk. Wabah PMK, menurutnya, membuat pembeli enggan membeli hewan kurban di pasar hewan. Mereka lebih suka membeli dari orang yang sudah dipercaya dan dikenal.

“Rata-rata pembeli yang pernah ambil ke saya datang lagi. Kalau pembeli baru, belum ada. Sekarang dari sekitar 60 ekor kambing dan domba yang saya siapkan untuk hari Raya Kurban, baru 25 terjual,” tuturnya.

Menurutnya, pembeli takut karena maraknya isu tentang daging yang terserang PMK. Bahkan, ada kabar saat ini hewan ternak yang terserang PMK disembelih.

“Ayolah sama-sama cari makan, jangan dikabarkan seperti itu. Pemerintah kan jelas bilang bahwa tidak perlu khawatir mengonsumsi daging. Asal dimasak dengan benar,” tuturnya.

Meski penjualan menurun drastis, harga kambing dan domba relatif stabil. Domba di kisaran Rp 1,5 juta–Rp 2 juta. Sementara kambing Rp 3 juta–Rp 3,5 juta.

Di Kota Probolinggo, kondisinya pun sama saja. Penjualan hewan kurban turun hingga separo. Seperti yang dialami Karno, 30, peternak dan penjual hewan kurban asal Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

“Normalnya kalau masuk H-9 sudah laku 60-an ekor kambing. Sekarang ini baru sekitar 30-an ekor yang laku. Setengahnya,” terangnya, Kamis (30/6) siang.

Meski demikian, harga jual kambing stabil. Antara Rp 1,5 juta–Rp 3,7 juta per ekor, tergantung ukurannya.



“Jadi harganya stabil. Tidak naik atau turun meski ada wabah PMK. Namun, memang pembelinya yang turun,” bebernya.

Hal senada disampaikan Andri, pedagang kambing di Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Pedagang 43 tahun itu mengatakan, wabah PMK membuat pembelian domba menurun. Hingga saat ini, hanya 20 ekor domba yang terjual.

"Kalau tahun lalu itu, 12 hari menjelang Idul Adha sudah 50 ekor domba terjual. Sekarang ini pembeli takut membeli domba," ujarnya.

Andri pun berharap, beberapa hari menjelang Idul Adha, hewan kurban yang mereka jual terus laku. Meski jumlahnya tidak bisa menyamai penjualan domba tahun lalu. (mu/rpd/hn) Editor : Ronald Fernando
#sapi probolinggo #pmk probolinggo